Pranala.co, BONTANG – Bukan hanya soal batas wilayah. Bagi Pemerintah Kota Bontang, mempertahankan Sidrap adalah soal masa depan. Tentang industri. Tentang pertumbuhan. Dan tentang rakyat yang terus berdatangan mencari penghidupan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut Sidrap sebagai salah satu wilayah strategis. Melepasnya ke daerah lain sama saja dengan melepas peluang pembangunan yang sudah di depan mata.
“Kalau ada industri, pasti orang datang. Kalau ada gula, pasti semut berdatangan,” ujarnya, Senin (4/8), saat ditemui di Aula SMAN 1 Bontang.
Saat ini, Bontang sudah menjadi rumah bagi industri besar seperti PT Pupuk Kaltim, PT Badak LNG, KPI, dan perusahaan CPO di Bontang Lestari. Setiap hari, ratusan hingga ribuan tenaga kerja berdatangan.
Kota ini menjadi magnet ekonomi. Tapi wilayahnya terbatas.
“Ini bukan soal ego wilayah. Ini soal kebutuhan nyata. Bontang butuh lahan, infrastruktur, dan pemukiman yang cukup untuk menampung lonjakan populasi,” tegas Agus.
Tujuh RT di Sidrap disebut Agus sebagai wilayah penyangga penting. Jika wilayah ini dilepas ke Kutai Timur, dampaknya bukan hanya pada peta. Tapi juga pada pelayanan publik, distribusi penduduk, dan peluang ekonomi.
“Sidrap itu pintu masuk. Kalau hilang, Bontang kehilangan salah satu fondasinya,” ucapnya.
Sebagian pihak menilai, upaya mempertahankan Sidrap bisa memicu tuntutan serupa dari daerah lain. Tapi Agus menepis itu.
Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkot Bontang murni untuk menjamin keberlangsungan layanan masyarakat.
“Kalau ada bupati yang mau satu kecamatannya bergabung ke Bontang, kami terima dengan tangan terbuka. Karena ini bukan tentang rebutan wilayah, tapi soal keberpihakan kepada rakyat,” katanya.
Agus mengajak semua pihak melihat persoalan Sidrap secara realistis. Bukan dari peta, tapi dari lapangan. Ia menyebut pertumbuhan Bontang tak bisa dibendung, dan Sidrap adalah bagian dari solusi, bukan masalah.
“Negara harus hadir. Pertumbuhan ini nyata. Bukan sekadar angka dalam laporan,” tegasnya.
Sidrap bukan sekadar nama. Bagi Pemkot Bontang, wilayah ini menyimpan potensi industri, pemukiman, dan pergerakan ekonomi masa depan. Melepasnya bukan pilihan. Mempertahankannya adalah keharusan.
Dan kini, bola ada di tangan pemerintah pusat dan provinsi.
“Kami di daerah hanya ingin satu: warga Sidrap dapat pelayanan terbaik, dan Bontang bisa terus tumbuh,” harap Wawali Bontang. (FR)














