
RENCANA pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Berau belum juga berjalan di tengah keterbatasan anggaran, memicu kekhawatiran terhambatnya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Anggota DPRD Berau, Thamrin, menilai program tersebut mendesak direalisasikan karena menyasar kelompok yang selama ini paling rentan tertinggal dalam sistem pendidikan. Ia menyebut lahan pembangunan telah tersedia, namun proses penganggaran belum menunjukkan kepastian.
“Ini program yang harus dikawal serius. Lahan sudah ada, tinggal memastikan proses anggarannya,” kata Thamrin saat ditemui belum lama ini.
Menurut dia, Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar menambah fasilitas pendidikan, tetapi menjadi pintu masuk bagi anak-anak kurang mampu untuk memperoleh hak dasar mereka. Tanpa intervensi khusus, kelompok ini berisiko terus berada di lingkaran kemiskinan.
“Ini program yang sangat bagus untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang memang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Di sisi lain, realisasi fisik program tersebut masih terganjal kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi ini membuat pelaksanaan Sekolah Rakyat di Berau belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.
Meski demikian, Thamrin menegaskan program tersebut tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan fiskal. Ia meminta Pemkab tetap memasukkan Sekolah Rakyat dalam prioritas pembangunan, setidaknya pada tahun anggaran berikutnya.
“Kalau belum bisa tahun ini, harus dipastikan masuk tahun depan,” tegasnya.
Sebagai solusi sementara, DPRD mendorong agar anak-anak Berau yang memenuhi kriteria dapat mengakses kuota Sekolah Rakyat tingkat provinsi di Samarinda. Namun, langkah ini dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses dan biaya pendukung.
Dorongan percepatan ini muncul di tengah tantangan pemerataan pendidikan di daerah, di mana kelompok miskin ekstrem kerap menghadapi hambatan berlapis—mulai dari biaya, akses, hingga kualitas layanan pendidikan.
Hingga kini, belum ada kepastian waktu realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Berau, sementara kebutuhan akan akses pendidikan bagi kelompok rentan terus mendesak. [ADS/DPRD BERAU]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















