Pranala.co, BONTANG – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud memulai safari kerjanya ke wilayah utara Kaltim, Sabtu (12/7/2025). Selama enam hari ke depan, rombongan akan menempuh perjalanan darat sejauh 778 kilometer, melintasi Kota Bontang, Kutai Timur, hingga Berau.
Rombongan besar ini tak main-main. Terdiri dari 60 kendaraan roda empat, iring-iringan Gubernur juga diikuti tokoh penting: Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Sekda Provinsi Sri Wahyuni, Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah Harum, serta para kepala OPD dan unsur Forkopimda.
“Alhamdulillah, kita mulai dari Bontang, sekira 127 kilometer dari Samarinda,” ujar Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah, di hari pertama.
Di setiap titik yang dikunjungi, Gubernur Kaltim membawa agenda padat. Salah satunya adalah peninjauan jalan provinsi dan nasional—dari aspal yang mulus hingga yang penuh lubang—untuk memastikan konektivitas antardaerah.
Tak hanya soal infrastruktur, perhatian Gubernur Kaltim juga menyentuh aspek sosial. Program Gratispol dan Jospol menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Melalui Gratispol, pemerintah memberikan bantuan umrah dan perjalanan religi untuk para marbot dan penjaga rumah ibadah lintas agama.
Sementara Jospol memberikan insentif untuk para guru dari jenjang PAUD hingga pesantren. “Ini bentuk perhatian nyata kami terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Rudy Mas’ud saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Singgah ke WTP dan Teluk Sulaiman
Di Sangatta, Gubernur meninjau langsung fasilitas Water Treatment Plant (WTP) Kudungga milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Di sana, ia mengecek sistem pengolahan air bersih sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan dan layanan dasar masyarakat.
Selanjutnya, agenda berlanjut ke Arboretum PT Indexim, lalu menyeberangi perairan Gani Mulya menuju Teluk Sulaiman, salah satu surga tersembunyi di Biduk-Biduk, Berau.
MTQ dan Penguatan Identitas Keislaman
Kunjungan Gubernur Kaltim juga bertepatan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kaltim. Malam Ta’aruf dan pembukaan MTQ menjadi momen istimewa yang turut dihadiri Gubernur sebagai simbol penguatan nilai keagamaan dan pemersatu masyarakat.
“MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tapi juga sarana memperkuat jati diri dan harmoni,” katanya.
Irhamsyah memastikan bahwa semua kegiatan akan terus dilaporkan ke Gubernur secara berkala. Ia juga meminta doa agar seluruh rangkaian berjalan lancar dan bermanfaat.
“Ini bukan sekadar perjalanan kerja. Ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk mempercepat pembangunan, memperkuat konektivitas, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayah utara,” tutupnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas 2045—bukan sekadar slogan, tapi kerja yang menyentuh hingga pelosok.

















