PENGUMPULAN zakat, infaq, dan sedekah di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan tren positif. Pada semester pertama 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim mencatatkan penghimpunan dana mencapai Rp19 miliar.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meyakini realisasi tersebut bakal melampaui target tahunan sebesar Rp25 miliar. Pemprov Kaltim bahkan mendorong agar pengumpulan dana umat ini mampu menyentuh angka Rp30 miliar hingga penutupan tahun.
"Kita bersyukur keberadaan Baznas sangat besar dalam mendukung program kerja pemerintah daerah. Tahun ini pengumpulan zakat Baznas semester pertama sudah mencapai Rp19 miliar. Kami yakin sampai akhir tahun bisa melebihi target," kata Seno Aji usai membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Kaltim dan Baznas Strategic Development (BSD) 2026 di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (10/8/2026) malam.
Seno Aji menegaskan, Baznas merupakan instrumen strategis pemerintah daerah dalam menjalankan program kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan. Dana yang terhimpun tidak sekadar disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi warga.
Pemprov Kaltim mendorong agar penyerapan zakat difokuskan pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dinilai efektif membangkitkan kemandirian ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah secara berkelanjutan.
"Kita sangat bersyukur, Baznas turut mendukung ekonomi kerakyatan dengan mendukung pengembangan UMKM," lanjut Seno Aji.
Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid Sa’adi menekankan pentingnya inovasi pengelolaan zakat di tingkat daerah.
Menurutnya, tata kelola yang transparan dan profesional menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan muzaki serta mengoptimalkan dampak pembangunan.
Pengelolaan dana zakat yang terukur akan berbanding lurus dengan percepatan pembangunan sosial di Kalimantan Timur. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat menjadi fondasi penting dalam menekan angka ketimpangan.
Ketua Baznas Kaltim H Achmad Nabhan menambahkan, Rakorda Baznas dan BSD 2026 yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 di Samarinda ini dirancang untuk merumuskan langkah strategis penghimpunan dan pendistribusian zakat.
Forum ini menyatukan visi pengelolaan zakat daerah agar selaras dengan target pembangunan Kaltim. (*)

![Seno Aji saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Kaltim dan Baznas Strategic Development (BSD) 2026 di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (10/8/2026) malam. [DOK PEMPROV KALTIM]](/api/watermark-image?src=%2Fuploads%2F2026%2F08%2Fa59b1f68-d211-48d2-b619-3145efb76b51.webp&wm=%2Fuploads%2F2026%2F07%2F601065b6-7686-4aac-872e-59753a780678.webp&op=35&sz=45&pos=bottom&pt=10&pr=10&pb=10&pl=10)













