Pranala.co, JAKARTA - Kasus influenza di Indonesia melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir. Rumah sakit melaporkan peningkatan pasien anak yang memerlukan perawatan intensif.
Setiap hari, ruang rawat anak semakin penuh. Para orang tua mulai cemas, apakah ini hanya flu biasa atau ada risiko yang lebih besar?
Menurut Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, lonjakan kasus disebabkan oleh virus influenza A dan B. Kedua jenis virus ini kini mendominasi pasien anak di berbagai rumah sakit.
“Ada kasus influenza A dan B yang marak, sehingga jumlah pasien anak yang dirawat meningkat,” ujar Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp. Resp(K) dalam media briefing Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bertema Mengenali Influenza A dan B pada Anak.
Dr. Nastiti menjelaskan, virus influenza terdiri dari empat tipe: A, B, C, dan D. Namun, influenza tipe A menjadi penyebab utama wabah besar, bahkan bisa memicu pandemi.
“Influenza A paling sering menimbulkan masalah serius. Ia bisa menyebar cepat dan menimbulkan banyak korban,” jelasnya.
Meski lebih ringan, influenza B juga tak bisa diremehkan. Beberapa laporan menunjukkan bahwa virus ini dapat menyebabkan gejala berat pada anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Tanda Bahaya Influenza pada Anak
Influenza bisa menjadi berbahaya jika disertai tanda-tanda berikut:
- Demam tinggi di atas 39°C, apalagi jika tidak turun-turun.
- Kesulitan minum atau muntah terus-menerus.
- Sesak napas, tarikan dinding dada, atau napas tersengal.
- Kejang dan penurunan kesadaran.
- Bibir atau area sekitar mulut tampak kebiruan.
“Kalau anak demam tinggi terus, sulit minum, atau kesadarannya menurun, segera bawa ke IGD,” tegasnya.
Dr. Nastiti juga mengingatkan, pandemi influenza di masa lalu pernah menelan jutaan korban jiwa. Karena itu, kewaspadaan tidak boleh kendor.
Langkah Pencegahan yang Efektif
Para dokter menekankan bahwa pencegahan influenza jauh lebih baik daripada pengobatan. Berikut langkah-langkah yang disarankan IDAI:
- Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Ajarkan anak untuk menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
- Rajin mencuci tangan. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif mencegah penyebaran virus.
- Perkuat daya tahan tubuh. Pastikan anak cukup istirahat, makan bergizi, dan minum air yang cukup.
- Vaksinasi influenza. IDAI merekomendasikan vaksin mulai usia enam bulan. “Vaksin bisa diberikan kapan saja setelah usia enam bulan,” jelas dr. Nastiti.
- Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Hindari asap rokok di sekitar anak dan jaga kebersihan rumah serta lingkungan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan IDAI sama-sama menegaskan pentingnya vaksinasi influenza dan gaya hidup sehat.
Virus memang sulit dihindari, tapi dengan kebiasaan baik, daya tahan tubuh anak bisa lebih kuat.
“Pencegahan sederhana seperti mencuci tangan, tidur cukup, dan vaksinasi dapat menyelamatkan banyak anak dari risiko berat influenza,” tutup dr. Nastiti. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















