SEBANYAK 354 jemaah haji asal Paser tiba di Embarkasi Balikpapan, Rabu (29/4/2026) sore. Mereka menjadi bagian dari kloter pertama yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci, di saat daftar tunggu haji di Kalimantan Timur (Kaltim) telah menembus 85.374 orang.
Kedatangan ratusan jemaah ini menandai fase akhir persiapan sebelum terbang ke Arab Saudi. Dari total tersebut, sebanyak 353 jemaah langsung berada di bawah koordinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim setelah diserahterimakan oleh Pemkab Paser.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Saberi, mengatakan seluruh jemaah telah melalui proses verifikasi dokumen dan pemeriksaan kesehatan di tingkat kabupaten. Tahapan ini menjadi syarat utama sebelum jemaah dinyatakan siap berangkat.
Rombongan dijadwalkan lepas landas dari Bandara Sepinggan Balikpapan pada Kamis (30/4/2026) pukul 15.55 WITA dengan penerbangan GIA 4103. Mereka diperkirakan tiba di Bandara Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah, Jumat (1/5/2026) pukul 00.15 waktu setempat.
Sebelum masuk embarkasi, para jemaah telah dilepas Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari. Ia mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik selama berada di Arab Saudi, terutama menghadapi perbedaan cuaca yang signifikan.
“Mengingat perbedaan cuaca yang ekstrem, jemaah diharap disiplin mengatur pola makan dan istirahat,” kata Ikhwan. Ia juga meminta jemaah saling membantu, terutama bagi kelompok lanjut usia yang membutuhkan pendampingan selama ibadah.
Keberangkatan jemaah dilakukan bertahap dari sejumlah titik di Paser, seperti Masjid Agung, Kuaro, Long Ikis, dan Long Kali. Dari titik-titik ini, jemaah diberangkatkan menuju Balikpapan sebagai pintu masuk embarkasi.
Di sisi lain, data penyelenggaraan haji menunjukkan tidak seluruh kuota terserap. Kepala Kantor Haji dan Umrah Paser, Abdurahman, menyebut dari kuota awal 604 orang, hanya 547 jemaah yang melunasi biaya perjalanan. Faktor kesiapan pribadi dan kondisi kesehatan (istitha’ah) menjadi penyebab utama.
Pemberangkatan jemaah Paser tahun ini dibagi dalam tiga kelompok terbang. Selain kloter pertama berjumlah 354 jemaah, kloter kedua sebanyak 34 jemaah dijadwalkan berangkat pada 15 Mei 2026 bersama jemaah dari Bontang dan Berau, serta kloter ketiga sebanyak 149 jemaah pada 17 Mei 2026 bersama jemaah asal Samarinda.
Mulai tahun ini, sistem kuota haji menggunakan skema provinsi dengan total 3.011 jemaah untuk Kaltim. Di tengah terbatasnya kuota tersebut, antrean panjang menjadi konsekuensi. Data Siskohat mencatat, puluhan ribu warga masih menunggu giliran berangkat, sebagian di antaranya harus menanti hingga belasan tahun. [RE/DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















