Pranala.co, MANCHESTER — Kebersamaan Ruben Amorim dan Manchester United resmi berakhir. Klub berjuluk Setan Merah itu memecat pelatih asal Portugal tersebut pada Senin, 5 Januari 2026.
Keputusan itu diambil sehari setelah United ditahan imbang Leeds United 1-1 di Elland Road, Minggu (4/1/2026). Laga tersebut menjadi pertandingan terakhir Amorim setelah 14 bulan menukangi klub.
Hasil imbang itu membuat Manchester United tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Inggris. Dari 20 pertandingan yang sudah dijalani, posisi tersebut dinilai belum sesuai harapan manajemen.
Keputusan pemecatan diambil oleh jajaran pimpinan klub. Kepala eksekutif Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox menjadi bagian dari proses tersebut. Hubungan Amorim dengan internal klub disebut mengalami keretakan dalam beberapa waktu terakhir.
Meski telah dipecat, United harus menanggung konsekuensi finansial besar. Dalam kontrak yang ditandatangani Amorim saat meninggalkan Sporting CP pada November 2024, tidak terdapat klausul pemutusan kontrak dengan harga diskon.
Kontrak tersebut sejatinya berlaku hingga 2027, dengan opsi perpanjangan satu musim. Artinya, Manchester United wajib membayar sisa kontrak Amorim secara penuh.
Sebelum resmi diberhentikan, Amorim sempat memberi sinyal adanya ketegangan internal. Dalam konferensi pers usai laga melawan Leeds, ia menegaskan posisinya sebagai manajer, bukan sekadar pelatih.
“Saya adalah manajer Manchester United, bukan pelatih,” ujar Amorim saat itu.
Ia bahkan menyatakan tidak berniat mundur. Amorim menegaskan akan tetap bekerja hingga ada keputusan dari dewan direksi.
“Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang menggantikan saya,” katanya.
Selama masa jabatannya, Amorim kerap mendapat kritik soal pendekatan taktik. Ia dinilai terlalu kaku dengan preferensi formasi 3-4-3 yang menjadi ciri khasnya sejak melatih Sporting CP.
Meski begitu, laporan The Athletic UK pada Desember lalu menyebut United sempat mencoba alternatif formasi dalam sesi latihan. Hasilnya pun sempat terlihat.
Pada 26 Desember, United menundukkan Newcastle United 1-0 dengan formasi 4-2-3-1. Namun, empat hari berselang, Amorim kembali menggunakan formasi 3-4-3 dan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers.
Menjelang laga kontra Leeds, Amorim kembali menyinggung perbedaan pandangan di internal klub. Ia menyebut adanya kendala dalam perekrutan pemain yang sesuai dengan sistem pilihannya.
Namun, Amorim tetap bersikukuh. Formasi 3-4-3 kembali dipasang saat menghadapi Leeds. Hasilnya tak berubah. United kembali gagal meraih kemenangan.
Kini, Manchester United memasuki fase baru. Pertandingan berikutnya dijadwalkan berlangsung di kandang Burnley pada Rabu malam. Penunjukan manajer permanen diperkirakan baru akan dilakukan pada musim panas mendatang.
Sementara itu, era Ruben Amorim di Old Trafford berakhir lebih cepat dari rencana. Diwarnai ambisi besar, perbedaan pandangan, dan hasil yang tak sepenuhnya memenuhi ekspektasi. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















