Pranala.co, BONTANG – Ajang bergengsi Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bontang Open 2025 resmi berakhir pada Minggu (27/7/2025) di GOR Sport Center Loktuan, setelah berlangsung selama dua hari penuh. Kompetisi ini tak hanya menjadi panggung unjuk kebolehan, tetapi juga seleksi penting bagi talenta-talenta muda taekwondo di Kota Taman.
Sebanyak 82 atlet dari berbagai klub, antara lain Club Saleba, Club Unit SDN 008 Bontang Utara, Club Unit SMK Negeri 1 Bontang, serta Club VTC Samarinda, berlaga sengit dalam 18 nomor pertandingan yang berbeda. Integritas pertandingan dijaga ketat oleh tujuh wasit berlisensi, dengan enam di antaranya bersertifikat daerah dan satu berlisensi nasional.
Ketua Umum Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Bontang, Sabeumnim Yudiansyah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Bontang atas dukungan penuh terhadap kejuaraan ini. Menurutnya, ajang ini krusial untuk memupuk semangat juang para atlet dan pelatih.
"Kejuaraan ini juga menjadi ajang seleksi penting untuk Pra Porprov dan Popda. Setelah ini, kami akan segera memulai Training Center (TC) jangka panjang sebagai persiapan," ungkap Yudiansyah.
Ia berharap, Kejuaraan Wali Kota Bontang Open dapat menjadi agenda rutin tahunan, dengan cakupan nomor pertandingan yang lebih luas, mulai dari level junior hingga senior.
Penutupan Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bontang Open 2025 dilakukan secara langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Dalam sambutannya, Ia mengungkapkan apresiasi dan kebanggaannya atas suksesnya penyelenggaraan acara yang berlangsung lancar dan menjunjung tinggi sportivitas ini.
"Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, mental juara, serta ajang untuk menjalin persaudaraan antar atlet," tegas Agus Haris.
Ia juga tak lupa memberikan selamat kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi, berpesan agar menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meraih target yang lebih tinggi di masa depan, baik di kancah provinsi, nasional, hingga internasional. Bagi atlet yang belum berhasil menjadi juara, Agus Haris memberikan semangat agar tidak berkecil hati.
"Kekalahan dalam sebuah kompetisi bukanlah akhir segalanya, melainkan sebuah pembelajaran yang sangat berharga," ujarnya. "Kemenangan sejati adalah ketika kalian mampu bangkit, mengevaluasi diri, dan kembali berlatih dengan semangat yang membara. Teruslah menempa diri karena panggung juara di masa depan menanti kalian semua." tandasnya. (bams)















