AKSI Gerakan 214 Perjuangan Aliansi Peduli Masyarakat Kalimantan Timur di halaman DPRD Kaltim, Samarinda, Selasa (21/4/2026), tak hanya diwarnai orasi, tetapi juga deretan poster unik yang mencuri perhatian.
Sejak pagi, massa mulai memadati area depan gedung dewan. Mereka bergantian menyampaikan tuntutan terkait tata kelola pemerintahan di Kalimantan Timur yang dinilai belum transparan.

Di tengah kerumunan, sejumlah peserta membawa poster dengan pesan beragam—mulai dari kritik serius hingga sindiran ringan. Tulisan seperti “All Eyes on Kaltim” hingga gambar-gambar satir menjadi cara mereka menyampaikan aspirasi dengan lebih santai namun tetap mengena.

Suasana aksi pun terasa lebih cair. Meski isu yang diangkat cukup serius, pendekatan visual yang kreatif membuat pesan lebih mudah diterima, bahkan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.
Dalam forum terbuka, perwakilan Aliansi Rakyat Kaltim membacakan pakta integritas. Isinya menegaskan tuntutan agar DPRD lebih aktif mengawasi kebijakan pemerintah daerah.

Massa juga menyoroti dugaan pemborosan anggaran, termasuk renovasi rumah dinas dan fasilitas yang disebut mencapai sekitar Rp25 miliar. Mereka menilai kebijakan tersebut belum sejalan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Aksi ini menunjukkan cara baru masyarakat menyuarakan kritik—tidak selalu keras, tetapi tetap tegas. Poster-poster yang dibawa menjadi simbol keresahan sekaligus kreativitas warga. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















