PEMERINTAH Kota Bontang menerapkan sistem mutasi aparatur sipil negara (ASN) berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam pelantikan 145 pejabat, Selasa (21/4/2026), guna mempercepat proses pengisian jabatan dan menekan potensi subjektivitas.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, sistem elektronik mutasi ASN berbasis AI memungkinkan seluruh jabatan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tingkat kelurahan, terisi lebih cepat sesuai kebutuhan organisasi.
“Semua sudah terisi karena menggunakan sistem elektronik mutasi ASN berbasis AI,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, teknologi tersebut membantu pemerintah dalam memetakan kompetensi pegawai, kebutuhan formasi, serta menyesuaikan penempatan jabatan secara lebih sistematis. Dengan pendekatan ini, proses mutasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pertimbangan manual.
Dari total lebih dari 3.500 ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kota Bontang, sebanyak 145 orang saat ini menduduki jabatan struktural. Jumlah itu, menurut Neni, telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan ketersediaan formasi.
Penerapan sistem berbasis AI juga diklaim mampu meminimalisasi subjektivitas dalam pengambilan keputusan kepegawaian. Selain itu, proses administrasi menjadi lebih efisien karena dilakukan secara elektronik dan terintegrasi.
Di sisi lain, pelantikan ini turut mencerminkan dinamika baru dalam birokrasi, termasuk meningkatnya keterlibatan perempuan di tingkat kelurahan. Meski bukan fokus utama, hal ini dinilai sebagai bagian dari dampak sistem yang lebih terbuka. [FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















