BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samarinda memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) akan mengalami hujan dengan intensitas rendah pada akhir April 2026, tepatnya pada Dasarian III atau 21–30 April.
Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan secara umum curah hujan di Kaltim berada di kisaran 0–50 mm. Artinya, hujan masih turun, tetapi tidak terlalu sering dan tidak terlalu lebat.
Meski begitu, beberapa wilayah tetap berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang. Daerah yang termasuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Paser, sebagian Kutai Barat bagian barat, serta sebagian wilayah Kutai Timur bagian utara. Di wilayah tersebut, hujan diperkirakan mencapai 50–100 mm.
BMKG juga mencatat bahwa sebagian besar wilayah Kaltim mengalami kondisi hujan di bawah normal. Maksudnya, jumlah hujan yang turun lebih sedikit dibandingkan biasanya untuk periode yang sama, yakni hanya sekitar 31–84 persen dari kondisi normal.
Namun, ada juga wilayah yang masih berada pada kondisi normal. Di antaranya sebagian kecil wilayah Kabupaten Paser bagian barat daya dan Kabupaten Berau bagian timur, dengan curah hujan sekitar 85–115 persen dari biasanya.
Secara keseluruhan, curah hujan di Kaltim berkisar dari rendah hingga sedang. Tetapi, ada beberapa titik yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengalami hujan lebih tinggi, yaitu sebagian wilayah Kutai Barat bagian tenggara dan Mahakam Ulu bagian tenggara, dengan curah hujan bisa mencapai 150–200 mm.

Data pengamatan terbaru menunjukkan curah hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, dengan total mencapai 161 mm.
“Ini menunjukkan bahwa meski secara umum hujan cenderung menurun, hujan lebat masih bisa terjadi di beberapa lokasi tertentu,” jelas Riza dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca terbaru, karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, terutama di masa peralihan musim seperti akhir April ini. [DIAS/RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















