Pranala.co, BONTANG – Kasus kematian Raya, bocah empat tahun asal Jawa Barat akibat cacingan, memicu kekhawatiran hingga ke Kota Bontang. Sejumlah apotek mulai dibanjiri warga yang berburu obat cacing.
Namun, Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang mengingatkan masyarakat agar tidak panik berlebihan. Kepala Dinkes Bontang, Bachtiar Mabe, menegaskan konsumsi obat cacing tidak boleh dilakukan sembarangan.
“Harus sesuai resep dokter. Tidak boleh asal minum. Karena obat kimia tetap ada efek samping, baik jangka pendek maupun panjang,” ujar Bachtiar saat dihubungi, Selasa (26/8/2025).
Menurut Bachtiar, obat cacing tersedia dalam berbagai jenis. Tidak semua obat cocok untuk setiap orang.
“Bisa jadi cocok untuk si A, tapi belum tentu aman untuk si B. Jadi lebih baik konsultasi dulu ke Puskesmas. Tenaga medis lebih tahu obat apa yang pas,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya tidak asal mengambil keputusan hanya karena panik. Apalagi, jika hanya berdasarkan informasi di media sosial.
Bachtiar mengingatkan, cacingan sebenarnya bisa dicegah tanpa harus bergantung penuh pada obat. Caranya dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat.
Rajin mencuci tangan, memastikan makanan tetap higienis, serta memberikan obat cacing berkala sesuai anjuran medis.
“Cacingan berbahaya jika dibiarkan. Bisa memicu anemia, gizi buruk, bahkan komplikasi serius. Tapi jangan menimbun obat. Konsumsi secukupnya, sesuai usia dan aturan pakai,” jelasnya.
Sebagai antisipasi, Diskes Bontang menurunkan tim surveilans untuk memantau wilayah rawan penyakit tersebut.
Selain itu, Pemkot Bontang rutin menggelar program pemberian obat cacing massal di sekolah-sekolah setiap enam bulan sekali.
Tragedi yang menimpa Raya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Panik berlebihan bukan solusi.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Lebih baik menjaga kebersihan sejak dini ketimbang buru-buru beli obat dalam jumlah besar,” pungkas Bachtiar. (FR)
















