SAMARINDA, Pranala.co — Angka-angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (19/5/2025), menunjukkan ironi yang tak bisa dibiarkan terlalu lama. Di satu sisi, sektor pertambangan terus berjaya. Di sisi lain, sektor konstruksi yang seharusnya ikut terkerek proyek Ibu Kota Negara (IKN) justru merosot.
"Penduduk yang bekerja di Kaltim mencapai 2.009.990 orang," ujar Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana. Angka itu naik 115.996 dibanding Februari 2024. Namun tidak semua sektor tumbuh seimbang.
Sektor pertambangan mencatat penyerapan tenaga kerja tertinggi, yakni 46.002 pekerja baru. Disusul jasa profesional yang menyerap 35.189 orang, dan sektor pertanian yang menambah 22.808 pekerja dalam satu tahun terakhir.
Sebaliknya, dunia pendidikan kehilangan 22.469 pekerja. Sementara konstruksi yang digadang-gadang jadi tulang punggung pembangunan IKN justru berkurang 11.512 pekerja.
Yusniar menyebutkan bahwa 53,08 persen penduduk bekerja di sektor formal. Angka ini turun tipis 0,05 persen dari tahun sebelumnya. Sementara 49,16 persen dari total pekerja adalah buruh, karyawan, atau pegawai.
Menariknya, mayoritas tenaga kerja berasal dari lulusan SMA, sebanyak 28,39 persen. Jumlah itu naik 3,41 persen dibanding tahun lalu. Sementara mereka yang bergelar diploma dan universitas hanya 17,51 persen. Padahal, di tengah geliat industri dan teknologi, SDM terdidik jadi kunci keberlanjutan.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 5,33 persen. Angka ini turun 0,42 persen dari Februari 2024. TPT tertinggi berasal dari lulusan SMA sebesar 6,88%. Sedangkan yang terendah justru datang dari lulusan universitas, yaitu 3,22 persen. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















