Pranala.co, BONTANG – Indonesia menorehkan babak baru dalam sejarah industrinya. PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Tanah Air. Pabrik ini dibangun oleh dua anak perusahaan — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Rekayasa Industri (Rekind) — di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur.
Prosesi groundbreaking atau pemasangan tiang pancang pertama berlangsung Jumat (31/10/2023). Acara dihadiri oleh Senior Director of Business Performance & Assets Optimization Danantara Asset Management Bhimo Aryanto, jajaran direksi dan komisaris Pupuk Indonesia serta Pupuk Kaltim, dan juga perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kaltim serta Kota Bontang.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut pembangunan pabrik ini sebagai tonggak penting dalam sejarah industri pupuk dan petrokimia nasional. Menurutnya, ini adalah langkah strategis menuju hilirisasi industri kimia strategis dan transformasi industri rendah emisi.
“Hari ini kita menyaksikan sebuah sejarah baru, yakni groundbreaking pabrik soda ash pertama di Indonesia. Ini juga bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Rahmad.
Ia menegaskan, proyek ini menjadi komitmen nyata Pupuk Indonesia Group dalam memperkuat kemandirian industri nasional. Pabrik ini akan memanfaatkan karbon dioksida (CO₂) hasil samping dari fasilitas produksi amonia eksisting untuk menghasilkan soda ash, bahan kimia penting bagi berbagai sektor industri seperti kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, serta keramik.
Saat beroperasi penuh, pabrik soda ash ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 300.000 metrik ton per tahun. Jumlah itu diproyeksikan dapat memenuhi 30 persen kebutuhan nasional, yang selama ini seluruhnya dipasok dari luar negeri.
Dengan beroperasinya pabrik ini, Indonesia berpotensi menghemat devisa hingga Rp 1 triliun per tahun dari pengurangan impor soda ash. Selain itu, terdapat potensi efisiensi Rp 250 miliar per tahun dari produk sampingan berupa amonium klorida yang juga bernilai ekonomi tinggi.
“Mudah-mudahan mimpi besar bangsa untuk mandiri dan kuat secara industri bisa kita wujudkan. Ini adalah bakti kita untuk Indonesia — berinovasi demi masa depan,” kata Rahmad.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menambahkan proyek ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam visi Asta Cita dan merupakan bagian dari transformasi bisnis Pupuk Kaltim menuju industri kimia berkelanjutan.
“Kami memanfaatkan emisi CO₂ dari pabrik eksisting sebagai bahan baku utama. Ini wujud penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta ekonomi sirkular,” ujar Gusrizal.
Pabrik ini juga akan berkontribusi pada agenda Net Zero Emission (NZE) 2060, dengan kemampuan menyerap sekitar 174.000 ton CO₂ per tahun dari fasilitas eksisting. Emisi tersebut akan diolah menjadi produk bernilai tambah yang memperkuat rantai pasok industri nasional.
Produk sampingan berupa amonium klorida pun akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pupuk, mendukung program swasembada pangan nasional.
Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, baik bagi daerah maupun nasional. Proyek ini akan menyerap tenaga kerja lokal, melibatkan industri pengolahan garam, serta mendorong pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan industri Bontang.
Senior Director Danantara Asset Management, Bhimo Aryanto, menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan pabrik ini. Menurutnya, proyek soda ash bukan sekadar investasi bisnis, tetapi investasi masa depan bangsa.
“Proyek ini adalah simbol transformasi menuju industri hijau yang efisien dan rendah emisi. Kami ingin pabrik ini menjadi tolok ukur baru (benchmark) bagi industri kimia hijau di Indonesia,” tutur Bhimo.
Bagi Pupuk Indonesia Group, pabrik soda ash ini merupakan wujud nyata dari komitmen memperkuat ketahanan industri dan pangan nasional. Dua sektor ini disebut sebagai pilar penting kedaulatan ekonomi bangsa. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















