• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Nasib Pedagang Takjil saat COVID-19; Terpaksa Berjualan demi ‘Isi Perut’

Suriadi Said by Suriadi Said
2 Mei 2020 | 11:02
Reading Time: 2 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PARA pedagang takjil atau makanan pembuka puasa tampak menata beragam kolak, kue manis, dan aneka es sejak sore di wilayah Jalan A Yani, Kota Bontang, Jumat (1/5) petang. Tak sepi, tapi juga tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya adalah Masnah, pedagang yang tetap berjualan meski Kota Bontang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak 23 Maret lalu. Ini imbas dari wabah Corona.

PILIHAN REDAKSI

100 Guru Pensiun Serentak, Apakah Bontang Siap? Bontang Kekurangan Arsiparis dan Akuntan DBH Bontang 2026 Tinggal Rp377 Miliar, Dari Rp1,2 Triliun Tahun Ini Bontang Siapkan Rp17 Miliar untuk Beasiswa Mahasiswa, Tunggu Kepastian Program Gratispol

DBH Bontang 2026 Tinggal Rp377 Miliar, Dari Rp1,2 Triliun Tahun Ini

23 September 2025 | 16:23
Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

16 Juni 2025 | 23:14

Perempuan tiga putra itu mengaku terpaksa tetap melakoni kegiatan tersebut. Sebab satu-satunya sumber penghasilan yang bisa didapatkan hanya dengan berdagang. “Sempat tutup 3 hari, tapi enggak bisa tutup terus. Perlu makan dan kasih uang untuk keluarga,” keluhnya kepada Pranala.co.

Dia sebenarnya cemas setiap membuka lapaknya untuk menjajakan dagangan. Sebab, dirinya ragu pihak aparat seperti Satpol PP akan memperbolehkan ia dan rekan-rekannya berjualan saat kondisi kurang baik seperti ini

Namun, ia tak terlalu ambil pusing. Sebab, selain kebutuhan ekonomi, menurutnya sampai saat ini masih belum ada larangan yang dikeluarkan untuk melarang aktivitas jual beli. “Baik dari pemerintah maupun aparat. Di daerah ini juga belum ada penertiban selama berjualan,” jelasnya.

Upaya maksimalnya sebagai pedagang hanya bisa memastikan dirinya, para penjual lain, serta pembeli melakukan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah. Dia memakai masker dan menjaga jarak.

Kondisi yang dialami Masnah, jamak terjadi. Serupa Dimas, pedagang takjil musiman juga mengaku terpaksa memberanikan diri berjualan hanya untuk menyambung hidup. Apalagi, upah sebagai buruh bangunan harian benar-benar terhenti. Tak ada proyek, tak ada pemasukan.

“Ini ada tabungan dikit, saya putar buat modal jualan es kelapa serut Mas. Kalau enggak gini, bisa mati kelaparan keluarga saya,” lirihnya.

Dimas juga tidak menampik mengenai penurunan pendapatan dialami para pedagang kaki lima pada Ramadan kali ini, termasuk dia. Menurutnya keadaan tersebut sudah berlangsung semenjak penetapan Covid-19 sebagai kondisi darurat bencana non-alam Maret silam.

“Pengaruhnya bukan hanya soal omzet saja, tapi banyak yang akhirnya tidak bisa berjualan. Penurunannya 70 sampai 90 persen dari pendapatan normal,” tuturnya.

Meski begitu, dia pun masih bisa tertolong adanya bantuan Rp500 ribu dari Pemkot Bontang. Rp300 ribu berbentuk sembako dan sisanya uang tunai. “Alhamdulillah dapat kok Mas. Lumayan bisa dipakai modal juga uangnya,” ujar warga ber-KTP Bontang ini.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyadari kondisi ini membuat ekonomi kian runtuh. Tapi, ada lebih utama, yakni kesehatan bersama. Wali Kota Neni tidak melarang para pedagang untuk berjualan takjil selama Ramadan. Hanya saja lokasi yang diperbolehkan untuk berjualan takjil terbatas. Jarak lapak pun diatur, 2 meter. Tidak bergerombol seperti bazar Ramadhan yang biasa ada Ramadan sebelumnya.

“Sektor makanan masih diizinkan beraktivitas. Tetapi harus menaati protokol kesehatan penanganan Covid-19,” Neni belum lama ini.

Protokol kesehatan tersebut mencakup: wajib menggunakan masker baik bagi penjual dan pembeli, memperhatikan jarak aman dengan physical distancing, serta penjualan hanya untuk dibawa pulang.

“Semoga wabah ini segera berlalu dan saya harap warga Bontang bisa memanfaatkan Ramadan ini untuk bersama-sama berdoa agar musibah ini berlalu,” pintanya. (*)

Via: Suriadi Said
Tags: CoronaCovid-19Neni MoerniaeniPedagang TakjilRamadhan
Previous Post

Pansus COVID-19 Tak Dibentuk, Ini Alasan Ketua DPRD Bontang

Next Post

Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Mei

BACA JUGA

Bermodus 'Nikah Batin', Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

Bermodus ‘Nikah Batin’, Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

27 Juni 2026 | 10:00
Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman

27 Juni 2026 | 09:13
Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim Balikpapan Dapat 10 Revitalisasi Sekolah, Wali Kota: Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono Digelar April 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Tes Kemampuan Akademik Serentak untuk SD dan SMP Belajar dari Bocah NTT, Bontang Siapkan Anggaran Pendidikan Rp29,6 Miliar SPMB Gantikan PPDB, Ini Perubahan Jalur Masuk Sekolah 2025 di Balikpapan

Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim

26 Juni 2026 | 23:54
Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal? Makanan MBG Dikeluhkan Siswa SMA 13 Samarinda, Wagub Kaltim Minta Dievaluasi

Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal?

26 Juni 2026 | 23:40
TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim Tidak Sekaligus, Rekrutmen 127 Guru Bontang Dilakukan Bertahap

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim

26 Juni 2026 | 23:30
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Next Post

Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Mei

Comments 1

  1. Ping-balik: Pasar Tetap Dibuka Meski Dua Pedagang di Balikpapan Berstatus PDP Covid-19 Meninggal – Pranala.Co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

20 Juni 2026 | 21:48
Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

22 Juni 2026 | 16:00

Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025

26 Juni 2025 | 12:46
Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

5 November 2023 | 22:24

Ekonomi Bontang Anjlok 2,15 Persen, Industri Raksasa Terkapar, Sektor Jasa Meroket

12 Mei 2025 | 18:50

Terbaru

Bermodus 'Nikah Batin', Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

Bermodus ‘Nikah Batin’, Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

27 Juni 2026 | 10:00
Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman

27 Juni 2026 | 09:13
Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim Balikpapan Dapat 10 Revitalisasi Sekolah, Wali Kota: Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono Digelar April 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Tes Kemampuan Akademik Serentak untuk SD dan SMP Belajar dari Bocah NTT, Bontang Siapkan Anggaran Pendidikan Rp29,6 Miliar SPMB Gantikan PPDB, Ini Perubahan Jalur Masuk Sekolah 2025 di Balikpapan

Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim

26 Juni 2026 | 23:54
Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal? Makanan MBG Dikeluhkan Siswa SMA 13 Samarinda, Wagub Kaltim Minta Dievaluasi

Kaltim Kaya SDA, Mengapa Pendapatan Daerah Belum Maksimal?

26 Juni 2026 | 23:40
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved