• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Suriadi Said by Suriadi Said
16 Juli 2026 | 08:07
Reading Time: 2 mins read
0
Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Kasat Polairud Polresta Samarinda, Kompol Agus Setyawan bersama jajarannya menggelar konferensi pers, Rabu (15/7/2026).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

JALUR urat nadi pelayaran perairan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali diwarnai aksi mencekam. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Satpolairud Polresta Samarinda membongkar dua kasus besar premanisme Sungai Mahakam yang berlokasi di kawasan perairan Harapan Baru.

Kawasan ini pun kini resmi dipetakan sebagai titik paling rawan kejahatan. Modusnya serupa namun fatal: para pelaku mendekati kapal logistik, meminta solar secara paksa, dan tak segan menganiaya kru kapal jika keinginan mereka ditolak.

PILIHAN REDAKSI

Pipa Tua jadi Biang Gangguan Air Bersih di Balikpapan Air PDAM Samarinda Mati hingga 24 Jam, Ini Daftar Wilayah Terdampak Balikpapan Targetkan Atasi Krisis Air Bersih dan Banjir Kurun 4 Tahun Atasi Krisis Air di Balikpapan, Pemkot Pertimbangkan Desalinasi dan Pemanfaatan Sungai Mahakam Penajam Paser Utara Ditetapkan Status Tanggap Darurat Krisis Air Selama Kemarau, Distribusi Air Bersih di Samarinda Dipastikan Aman

Air PDAM Samarinda Mati hingga 24 Jam, Ini Daftar Wilayah Terdampak

9 Juli 2026 | 08:39
Bandel Tak Mau Pindah, Lapak Pencucian Boks Ikan di Samarinda Akhirnya Digusur Satpol PP

Bandel Tak Mau Pindah, Lapak Pencucian Boks Ikan di Samarinda Akhirnya Digusur Satpol PP

8 Juli 2026 | 21:34

Kasat Polairud Polresta Samarinda, Kompol Agus Setyawan, menegaskan bahwa dua kasus yang diungkap ini menjadi alarm keras bahwa pengawasan perairan harus diperketat.

“Dua perkara ini berkaitan langsung dengan kejahatan jalanan di alur Sungai Mahakam,” ujar Agus saat konferensi pers, Rabu (15/7/2026).

Tragedi pertama menimpa seorang anak buah kapal (ABK) TB Mahakam Indah pada akhir Juni lalu. Saat kapal sedang melaju tenang menuju pangkalan Sengkotek, sebuah perahu ces bermesin tempel warna cokelat tiba-tiba memotong jalur kapal.

Lima orang pria tak dikenal melompat ke atas dek kapal. Tanpa basa-basi, mereka meminta jatah solar kapal secara paksa.

Karena bahan bakar sudah dihitung pas-pasan untuk pelayaran, sang ABK dengan sopan menolak permintaan tersebut. Namun, penolakan itu justru memicu amarah para pelaku.

Korban langsung dikeroyok di atas kapal hingga mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Kejadian ini sempat viral dan memicu kemarahan publik setelah korban bersuara di media sosial.

Bergerak cepat setelah menerima laporan dari grup WhatsApp warga dan media sosial, polisi langsung memburu para pelaku. Empat tersangka berinisial JW, B, A, dan M berhasil diringkus beserta perahu ces mereka. Satu pelaku lainnya kini buron.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 262 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pengeroyokan bersama dengan ancaman hukuman berat.

Belum reda kasus pengeroyokan, publik kembali dihebohkan oleh video viral yang merekam aksi penyedotan solar ilegal di tengah sungai. Sebuah perahu ces biru merapat ke lambung kapal tugboat yang sedang berjalan, lalu para pelaku menodongkan selang ke dek atas untuk menguras BBM kapal.

Meskipun saat perahu ces biru tersebut disita posisinya kosong, polisi berhasil melacak jaringan pertemanan mereka. Petugas mengamankan seorang pria berinisial R alias K di kawasan Harapan Baru.

Saat digeledah, R kedapatan menyembunyikan sebilah badik tajam sepanjang 10 sentimeter di balik pakaiannya. Senjata tajam itu diduga kuat digunakan untuk mengintimidasi para ABK yang berani melawan.

“Untuk kasus kedua, pihak perusahaan kapal memilih tetap melanjutkan pelayaran karena terikat kontrak kerja dan menghindari kerugian waktu pengapalan (demurrage). Namun, investigasi kami tidak berhenti di sini,” tegas Agus.

Polisi mendeteksi bahwa meski kedua kelompok preman ini berbeda tim, mereka saling mengenal satu sama lain. Beberapa di antaranya bahkan diduga merupakan residivis kambuhan kasus kekerasan dan narkoba.

Guna menjamin keamanan logistik di Sungai Mahakam, Satpolairud Polresta Samarinda kini menggandeng KP3 untuk menggelar patroli berskala besar secara rutin di titik-titik rawan perairan. (*)

https://whatsapp.com/channel/0029VbD6ONiA89MoANGjZz2M

Via: Adis
Tags: PremanismeSamarindaSungai Mahakam
Previous Post

APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur

Next Post

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

BACA JUGA

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

16 Juli 2026 | 08:46
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur Sudarno 'Bongkar' Identitas Pemilik Akun Anonim Kaltim: Jangan Bikin Gaduh!

APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur

16 Juli 2026 | 07:31
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Perlinsos Digital Dongkrak Aktivasi IKD Balikpapan hingga 80 Ribu KK

Perlinsos Digital Dongkrak Aktivasi IKD Balikpapan hingga 80 Ribu KK

15 Juli 2026 | 22:43
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Next Post
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

16 Juli 2026 | 08:46
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

16 Juli 2026 | 08:07
APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur Sudarno 'Bongkar' Identitas Pemilik Akun Anonim Kaltim: Jangan Bikin Gaduh!

APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur

16 Juli 2026 | 07:31
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved