• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Suriadi Said by Suriadi Said
16 Juli 2026 | 08:28
Reading Time: 2 mins read
0
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Proses pemakaman bayi di Bengalon, Kutim.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

POLRES Kutai Timur (Kutim) masih menyelidiki dugaan kelalaian pelayanan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon yang dilaporkan keluarga setelah seorang bayi yang baru lahir meninggal dunia.

Berikut fakta-fakta yang terungkap sejauh ini:

PILIHAN REDAKSI

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43

1. Bayi Lahir Sehat, Meninggal Dua Hari Kemudian

Bayi dari pasangan pekerja kebun kelapa sawit di Bengalon dilaporkan lahir dalam kondisi sehat. Namun, pada 8 Juni 2026, bayi tersebut meninggal dunia saat masih menjalani perawatan di RS Santa Elisabeth Bengalon.

2. Kondisi Bayi Memburuk Setelah Minum Susu Formula

Menurut pendamping keluarga, Ketua Serikat Pekerja Fairco Mandiri Ebed Sidabutar, sekitar pukul 10.00 Wita perawat membawa bayi untuk dimandikan. Tak lama kemudian, ayah bayi diminta membeli susu formula.

Setelah susu diberikan kepada bayi, keluarga menyebut kondisinya tiba-tiba melemah. Sekitar pukul 11.30 Wita, dokter dan perawat menyampaikan bahwa bayi telah meninggal dunia.

3. Keluarga Mencurigai Ada Kejanggalan

Keluarga menilai terdapat kejanggalan dalam penanganan medis, khususnya terkait pemberian susu formula yang disebut atas arahan perawat. Dugaan tersebut menjadi dasar laporan kepada pihak kepolisian.

4. Kasus Dilaporkan ke Polres Kutai Timur

Sehari setelah kejadian, keluarga resmi melaporkan RS Santa Elisabeth Bengalon ke Polres Kutai Timur atas dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

5. Diduga Ada Permintaan agar Kasus Tidak Dilanjutkan

Ebed Sidabutar mengungkapkan, dua hari setelah laporan polisi dibuat, Direktur RS Santa Elisabeth Bengalon mendatangi rumah keluarga korban di kawasan perumahan kebun sawit.

Dalam kunjungan tersebut, pihak rumah sakit disebut membawa bingkisan sembako dan diduga meminta agar persoalan tersebut tidak dibawa ke proses hukum.

6. Keluarga Menolak Jalur Damai

Pihak keluarga menolak penyelesaian di luar hukum. Mereka meminta pertanggungjawaban dari rumah sakit dan menginginkan proses hukum berjalan secara transparan.

7. Rekam Medis Belum Diserahkan

Keluarga juga mengaku belum memperoleh salinan rekam medis bayi.

Melalui surat tertanggal 12 Juni 2026, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa rekam medis belum dapat diberikan karena perkara tersebut telah masuk dalam proses hukum.

8. Polisi Sudah Periksa Delapan Saksi

Berdasarkan SP2HP tertanggal 13 Juli 2026, Polres Kutai Timur telah memeriksa delapan saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

9. Dokumen Medis dan Pemeriksaan Jenazah Sudah Dilakukan

Selain memeriksa saksi, penyidik telah mengumpulkan dokumen penanganan medis dan melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap jenazah bayi sebagai bagian dari penyelidikan.

10. Ahli Anak dan Ahli Forensik Akan Dilibatkan

Penyidik berencana meminta keterangan ahli dokter anak dan ahli forensik untuk mengkaji aspek medis dalam perkara ini. Polisi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kutai Timur sebelum melakukan gelar perkara.

11. Rumah Sakit Belum Memberikan Penjelasan

Direktur RS Santa Elisabeth Bengalon, Suster Floresta Sitepu, menyatakan pihak rumah sakit belum dapat memberikan keterangan kepada media karena proses hukum masih berjalan.

Ia menyebut klarifikasi akan disampaikan setelah penyelidikan kepolisian selesai.

12. Polisi Masih Mendalami Dugaan Kelalaian

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menegaskan proses akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, dokumen medis, pendapat ahli, dan alat bukti yang diperoleh.

Catatan redaksi: Seluruh dugaan dalam perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada putusan hukum yang menyatakan adanya kelalaian maupun pihak yang bertanggung jawab secara pidana. Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga proses hukum selesai.

https://whatsapp.com/channel/0029VbD6ONiA89MoANGjZz2M

Via: Redaksi | Hafif
Tags: BengalonKriminalPolres KutimRumah Sakit
Previous Post

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Next Post

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

BACA JUGA

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

16 Juli 2026 | 08:46
Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

16 Juli 2026 | 08:07
APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur Sudarno 'Bongkar' Identitas Pemilik Akun Anonim Kaltim: Jangan Bikin Gaduh!

APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur

16 Juli 2026 | 07:31
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Perlinsos Digital Dongkrak Aktivasi IKD Balikpapan hingga 80 Ribu KK

Perlinsos Digital Dongkrak Aktivasi IKD Balikpapan hingga 80 Ribu KK

15 Juli 2026 | 22:43
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Next Post
Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

16 Juli 2026 | 08:46
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

16 Juli 2026 | 08:07
APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur Sudarno 'Bongkar' Identitas Pemilik Akun Anonim Kaltim: Jangan Bikin Gaduh!

APMKT Balas Lapor Sudarno ke Polisi, Sengketa Kini Bergulir di Dua Jalur

16 Juli 2026 | 07:31
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved