• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juni 29, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Menuju UNESCO, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Tak Boleh Terganggu

Suriadi Said by Suriadi Said
29 Juni 2026 | 18:03
Reading Time: 2 mins read
0
Menuju UNESCO, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Tak Boleh Terganggu

Pemandangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dari ketinggian. [IST]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur alias Pemkab Kutim tak ingin kehilangan momentum penting yang akan menentukan masa depan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Menjelang kedatangan tim penilai UNESCO pada Juli 2026, seluruh pihak diminta menjaga kawasan tersebut agar tetap utuh dan lestari.

Pengakuan sebagai geopark dunia bukan sekadar prestise. Status itu diyakini akan membuka peluang besar bagi perlindungan lingkungan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.

PILIHAN REDAKSI

DLH Kaltim Usut Pencemaran Pulau Miang, Perusahaan Sawit Segera Dipanggil Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

DLH Kaltim Usut Pencemaran Pulau Miang, Perusahaan Sawit Segera Dipanggil

29 Juni 2026 | 16:52
DLH Kaltim Usut Pencemaran Pulau Miang, Perusahaan Sawit Segera Dipanggil Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

24 Juni 2026 | 22:35

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat merupakan aset berharga yang menyimpan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya yang tidak ternilai.

“Saya minta kepada seluruh pihak agar tidak mengganggu keutuhan dan kelestarian kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang sedang kita usahakan mendapat pengakuan nasional bahkan pengakuan global,” kata Ardiansyah di Sangatta, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah menerapkan berbagai regulasi dalam penerbitan perizinan dengan mempertimbangkan keaslian, keutuhan, serta kelestarian kawasan hutan yang menjadi bagian utama bentang alam geopark.

Kedatangan tim penilai UNESCO dipandang sebagai kesempatan emas memperkenalkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ke panggung internasional.

Kawasan seluas sekira 1,8 juta hektare yang membentang di wilayah Kutai Timur dan Berau itu dikenal sebagai salah satu bentang karst terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Tak hanya menawarkan lanskap karst yang megah, kawasan ini juga memiliki gua-gua alami, sungai bawah tanah, perbukitan kapur, hingga puluhan situs geologi dan ekologi yang masih terjaga.

Yang membuatnya semakin istimewa, sejumlah gua prasejarah di kawasan tersebut menyimpan lukisan cap tangan serta gambar hewan yang diperkirakan telah berusia ribuan tahun. Jejak itu menjadi bukti penting awal peradaban manusia yang bernilai tinggi bagi dunia ilmu pengetahuan.

Ardiansyah menegaskan pembangunan daerah tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

Pemkab Kutim berkomitmen menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dengan keberlangsungan ekosistem agar kekayaan alam tersebut tetap dapat dinikmati generasi mendatang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, Januar Bayu Irawan, mengatakan seluruh pemangku kepentingan telah bergerak bersama mempersiapkan proses penilaian.

Kolaborasi dilakukan mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa hingga perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan geopark.

Menurut Bayu, status UNESCO Global Geopark nantinya akan memberikan manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar pengakuan internasional.

Pengakuan tersebut akan memperkuat perlindungan ekologi, mendorong pembangunan infrastruktur pendukung, memperluas kesempatan penelitian dan pendidikan, serta mempercepat pengembangan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal.

“Yang paling penting, apabila Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ditetapkan sebagai warisan dunia akan ada jaminan keberlangsungan untuk menjaga ekologi dan ekosistem di wilayah tersebut,” ujarnya.

Meski sektor pariwisata diproyeksikan berkembang pesat, Bayu mengingatkan keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi seluruh masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan.

Dia berharap pengakuan UNESCO nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang berkelanjutan, dan terjaganya warisan alam Sangkulirang-Mangkalihat bagi generasi yang akan datang. [HAF]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Karst SangkulirangSangkulirang
Previous Post

Terancam Defisit, APBD Kaltim Baru Cair 36 Persen

Next Post

31 Tahun Taman Nasional Kutai, Taruhan Nyawa Jaga Hutan Kalimantan

BACA JUGA

31 Tahun Taman Nasional Kutai, Taruhan Nyawa Jaga Hutan Kalimantan

31 Tahun Taman Nasional Kutai, Taruhan Nyawa Jaga Hutan Kalimantan

29 Juni 2026 | 18:30
Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

29 Juni 2026 | 11:01
Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

28 Juni 2026 | 22:07
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

28 Juni 2026 | 15:54
Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 di Balikpapan, Warga Berebut Hadiah Umrah dan Motor

Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 di Balikpapan, Warga Berebut Hadiah Umrah dan Motor

28 Juni 2026 | 14:17
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Next Post
31 Tahun Taman Nasional Kutai, Taruhan Nyawa Jaga Hutan Kalimantan

31 Tahun Taman Nasional Kutai, Taruhan Nyawa Jaga Hutan Kalimantan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sekolah Favorit di Kutim Overkapasitas, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah Kutai Timur Siapkan Sekolah Rujukan Google di Sangatta

Sekolah Favorit di Kutim Overload, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah

28 Juni 2026 | 13:41
Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

5 November 2023 | 22:24
Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025 Balikpapan Kebut Program “Kota Terang”, 3.500 Titik Lampu Jalan Dipasang Tahun Ini

Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025

26 Juni 2025 | 12:46

Terbaru

Rp15 Triliun Mengucur di Kaltim, Tol IKN Sedot Anggaran Terbesar

Rp15 Triliun Mengucur di Kaltim, Tol IKN Sedot Anggaran Terbesar

29 Juni 2026 | 19:49
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Gebuk Mafia Tanah, ATR/BPN dan Kejagung Bersatu Pulihkan Hak Korban

Gebuk Mafia Tanah, ATR/BPN dan Kejagung Bersatu Pulihkan Hak Korban

29 Juni 2026 | 19:07
Pemadaman Listrik Bontang: Daya Surplus Tapi Mati Lampu hingga Juli

Pemadaman Listrik Bontang: Daya Surplus Tapi Mati Lampu hingga Juli

29 Juni 2026 | 18:53
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved