BONTANG, Pranala.co – Arah masa depan Kota Bontang resmi mulai dipetakan ulang. Pemkot Bontang kini tengah mematangkan revisi dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2019–2039, yang akan menjadi pedoman pembangunan kota selama dua dekade ke depan.
Proses ini ditandai dengan presentasi laporan pendahuluan revisi RTRW pada Kamis (15/5/2025) di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang, Jalan Moeh. Roem, Bontang Lestari. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati, jajaran Dinas PUPR, serta tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Aji Erlynawati menegaskan bahwa revisi tata ruang bukan hanya soal menggambar ulang zonasi kota, melainkan menyusun ulang fondasi arah pembangunan yang berkelanjutan.
“Penataan ruang itu ibarat kompas. Ia menentukan ke mana arah pembangunan akan dibawa,” ucapnya lugas.
Revisi RTRW ini, kata Aji, harus sejalan dengan visi besar Kota Bontang sebagaimana tertuang dalam RPJPD 2025–2045: “Bontang Sentosa 2045: Kota Industri dan Jasa yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Visi itu bertumpu pada tiga pilar utama: peningkatan daya saing ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan hidup. Dalam konteks ini, RTRW baru diharapkan mampu menjawab kebutuhan semua sekto. Mulai infrastruktur, pertumbuhan penduduk, investasi industri, hingga perlindungan lingkungan.
“Semua harus sinkron. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri. RTRW ini harus nyambung dengan RPJPD, RPJMD, hingga Renstra tiap OPD,” jelas Aji.
Tidak hanya untuk kebutuhan internal kota, RTRW yang baru ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan kawasan strategis nasional, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.
“RTRW bukan sekadar dokumen administratif. Ia harus menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat,” ujarnya menegaskan.
Aji juga menyebutkan bahwa penyusunan dokumen ini telah dimulai sejak 2024 dan telah melalui berbagai tahapan, termasuk dua kali konsultasi publik yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Menutup paparannya, Sekda Bontang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan RTRW sebagai acuan bersama dalam pembangunan.
“Kalau kita sudah sepakat dalam dokumen tata ruang, mari kita patuhi bersama. Inilah pedoman kita membangun Bontang yang maju dan berkelanjutan,” serunya. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















Comments 2