KABAR melegakan datang bagi ribuan keluarga di Kutai Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan seluruh lulusan SMP pada tahun ajaran 2026/2027 memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.
Kepastian itu muncul setelah data menunjukkan jumlah kursi yang tersedia di sekolah negeri dan swasta masih lebih banyak dibanding jumlah lulusan SMP tahun ini. Artinya, secara keseluruhan tidak ada kekurangan daya tampung.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kutai Timur–Bontang, Paeran, mengatakan jumlah lulusan SMP negeri dan swasta di Kutai Timur mencapai 2.220 siswa.
Sementara itu, total daya tampung SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, mencapai 2.708 kursi.
“Dari data yang kami himpun, lulusan SMP negeri dan swasta sebanyak 2.220 siswa. Sedangkan daya tampung SMA dan SMK mencapai 2.708 siswa. Artinya secara keseluruhan daya tampung sebenarnya mencukupi,” ujarnya.
Meski kapasitas dinilai aman, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah langkah agar tidak terjadi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu, terutama di kawasan Sangatta yang setiap tahun menjadi tujuan utama calon peserta didik.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah membuka SMA Negeri 2 Sangatta Selatan. Pada tahun pertamanya, sekolah tersebut menerima dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 72 siswa.
Selain itu, pemerintah juga menambah rombongan belajar di SMA Negeri 1 Sangatta Utara dan SMA Negeri 1 Sangatta Selatan. Masing-masing memperoleh tambahan rombel berkapasitas 36 siswa sehingga total tersedia empat rombel tambahan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan.
Kebijakan tersebut diambil agar tidak ada lulusan SMP yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan kursi di sekolah negeri.
Kepala Seksi Pendidikan Menengah Atas (PMA) dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Sri Wahyuni, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus memilih sekolah negeri.
Menurutnya, sejumlah sekolah swasta juga memiliki kualitas pendidikan yang baik sekaligus masih membuka penerimaan peserta didik baru.
Untuk jenjang SMA, sekolah yang masih menerima siswa baru antara lain:
- SMA IT Darussalam
- SMA Plus Budhi Luhur Mandiri
- SMA Prima YPPSB
- SMA Katolik Santo Fransiskus Assisi
Adapun pada jenjang SMK, pilihan yang masih tersedia meliputi:
- SMKS Muhammadiyah
- SMKS Hasanuddin Sangatta Selatan
- SMKS Islam Nurul Hikmah
- SMKS Bhineka Singa Geweh
Sri Wahyuni menegaskan sekolah-sekolah swasta tersebut merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki legalitas, tenaga pendidik, serta program pembelajaran yang kompetitif.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak hanya berfokus pada sekolah negeri. Sekolah swasta juga merupakan pilihan yang baik karena masih memiliki daya tampung dan terus meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Pemerintah juga terus mendorong pemerataan peserta didik melalui pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Masyarakat diimbau memilih sekolah berdasarkan minat, bakat, kompetensi, dan domisili, bukan semata-mata karena status negeri atau swasta.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah negeri, dan sekolah swasta, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II optimistis seluruh lulusan SMP di Kabupaten Kutai Timur dapat mengakses pendidikan menengah yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan. (*)















