KECEMASAN mengenai kosongnya ratusan bangku sekolah dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru alias SPMB di Bontang akhirnya mereda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat memastikan seluruh kuota sekolah kini telah terisi penuh.
Sebelumnya, publik sempat dibuat khawatir setelah sistem mencatat ada kekurangan sekira 436 siswa di wilayah tersebut. Penurunan pendaftar yang cukup mencolok bahkan sempat terjadi di wilayah Bontang Barat.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, meluruskan polemik ini. Menurutnya, kekosongan kursi di sejumlah sekolah pada fase awal bukan karena masyarakat enggan menyekolahkan anak mereka. Masalah utamanya terletak pada teknis distribusi jalur seleksi.
“Setelah kami lakukan monitoring, semua sekolah sekarang sudah terpenuhi kuotanya. Termasuk SD di Bontang Barat,” kata Abdu Safa, Senin (13/7/2026).
Mengapa Sempat Banyak Bangku Kosong?
Abdu Safa menguraikan, sistem PPDB membagi porsi kelulusan ke dalam beberapa jalur khusus. Mulai dari jalur afirmasi untuk keluarga kurang mampu, jalur perpindahan tugas orang tua (mutasi), hingga jalur prestasi.
Sayangnya, pada tahap awal pendaftaran, kuota pada jalur-jalur khusus tersebut tidak terisi secara maksimal. Celah inilah yang kemudian memicu persepsi di masyarakat bahwa minat bersekolah di Bontang sedang anjlok.
“Misalnya jalur afirmasi atau mutasi, termasuk prestasi, itu kemarin ada yang tidak terisi maksimal. Akibatnya terlihat seperti ada kekurangan siswa,” urainya lebih lanjut.
Melihat kondisi tersebut, Disdikbud Bontang bergerak cepat melakukan evaluasi. Sisa kuota yang tidak terserap dari jalur-jalur khusus langsung dialokasikan kembali agar bisa menampung siswa yang belum mendapat sekolah. Langkah taktis ini terbukti berhasil menyapu bersih kekosongan kursi yang ada.
Melalui penyesuaian mekanisme ini, Disdikbud Bontang menjamin tidak ada lagi sekolah yang telantar tanpa murid baru pada tahun ajaran ini. Proses belajar mengajar dipastikan dapat berjalan normal di seluruh wilayah.
Pihak dinas berjanji akan terus mematangkan sistem seleksi ini ke depan. Langkah evaluasi total bakal ditempuh agar kesalahpahaman serupa tidak kembali terulang dan memicu kegaduhan di kalangan orang tua.
“Kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Bontang, baik negeri maupun swasta, tetap terjaga,” ujar Abdu Safa Muha. (*)















