RIBUAN pencari kerja memadati Job Market Fair (JMF) Balikpapan 2026 dengan harapan membawa pulang satu hal yang paling mereka cari: pekerjaan. Tahun ini, Pemerintah Kota Balikpapan memasang target lebih tinggi, yakni meningkatkan penyerapan tenaga kerja hingga melampaui 50 persen.
Target itu bukan tanpa alasan. Evaluasi pelaksanaan JMF tahun lalu menunjukkan dari seluruh pencari kerja yang mengikuti bursa kerja, hanya sekitar 46 persen yang berhasil terserap ke dunia kerja. Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah yang ingin diperbaiki pada penyelenggaraan tahun ini.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan evaluasi tersebut menjadi pijakan utama dalam menyusun strategi pelaksanaan JMF 2026.
“Harapan kita untuk pelaksanaan kali ini bisa terserap di atas 50 persen,” ujarnya saat membuka Job Market Fair 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Selasa (14/7/2026).
Selama dua hari pelaksanaan, 14–15 Juli 2026, sebanyak 86 perusahaan membuka 2.079 lowongan pekerjaan yang tersebar pada 69 jenis jabatan.
Di sisi lain, jumlah pencari kerja yang telah mendaftar mencapai 2.086 orang. Artinya, selisih antara jumlah pelamar dengan lowongan yang tersedia hanya sekitar tujuh orang.
Meski demikian, Adamin berharap seluruh kesempatan kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kalau kita lihat antara jumlah pencari kerja dengan lowongan yang ada, selisihnya hanya tujuh saja. Tetapi walaupun begitu, kita harapkan lowongan yang ada ini bisa terserap semaksimal mungkin,” katanya.
Bagi Disnaker Balikpapan, tingginya angka penyerapan tenaga kerja bukan hanya soal statistik.
Setiap orang yang berhasil diterima bekerja diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi keluarganya.
“Kalau ada 2.000 lowongan dan yang terserap lebih dari 1.000 orang, ini sudah sangat membantu kita. Artinya, satu orang pekerja bisa menghidupi tiga orang,” ujar Adamin.
Ia menilai semakin banyak warga yang memperoleh pekerjaan, semakin besar pula dampak sosial yang dirasakan masyarakat Balikpapan.
Ribuan lowongan yang tersedia berasal dari berbagai sektor industri. Posisi yang paling banyak dibutuhkan masih didominasi bidang sales dan marketing.
Selain itu, perusahaan juga membuka peluang untuk posisi:
- Mekanik alat berat
- Operator alat berat
- Management trainee
- Kolektor
- Administrasi
- Frontliner
- Pramuniaga
- Paramedis
- Tenaga kebersihan
- Juru bantu
Disnaker mengimbau pencari kerja datang langsung ke lokasi untuk melihat peluang yang sesuai dengan kompetensi masing-masing. Setelah menemukan posisi yang diminati, pelamar dapat langsung menyerahkan berkas atau membuat janji dengan perusahaan untuk melengkapi persyaratan administrasi.
Evaluasi Disnaker menunjukkan rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja tahun sebelumnya tidak semata-mata disebabkan keterbatasan lowongan.
Sebagian pencari kerja belum memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan, baik dari sisi pendidikan formal, pengalaman kerja, maupun sertifikasi keahlian.
Karena itu, Disnaker akan memperkuat program pelatihan dan pemagangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha.
“Kami akan memetakan bidang apa yang paling dibutuhkan perusahaan, sehingga pelatihan maupun program pemagangan benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja,” jelas Adamin.
Ia berharap perusahaan juga dapat terlibat aktif dalam program pemagangan agar lulusan pelatihan memiliki pengalaman sebelum memasuki dunia kerja.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Disnaker Balikpapan berencana menggelar Job Market Fair sebanyak dua kali dalam setahun.
Selain penyelenggaraan pada Juli, satu kali bursa kerja lagi akan digelar menjelang akhir tahun.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih efektif. (*)















