KETELEDORAN kecil hampir saja berbuah petaka besar di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Kilometer 3, Kelurahan Belimbing, Bontang. Tumpukan sampah di wilayah tersebut mendadak berkobar hebat, Senin (13/7/2026) petang, memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir api merembet ke pemukiman.
Napas lega baru berembus setelah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang bergerak taktis. Berkat aksi cepat tanggap, potensi bencana yang lebih besar berhasil diredam sebelum menjalar liar ke area sekitarnya.
Kepanikan bermula menjelang waktu magrib. Ali, seorang anggota Relawan Kebakaran (Redkar), melihat kepulan asap hitam yang mendadak membesar. Tanpa buang waktu, ia berlari langsung menuju Pos Damkar Lok Tuan sekira pukul 18.19 Wita untuk meminta pertolongan.
Laporan langsung itu direspon kilat. Regu 2 (Bravo) Pos Lok Tuan langsung memacu armada mereka membelah jalanan. Hanya butuh waktu enam menit bagi petugas untuk tiba di titik lokasi dan langsung menerjang kobaran api.
Medan kebakaran sampah yang tebal membuat penanganan membutuhkan tenaga ekstra. Satu unit Fire Pos Loktuan dibantu mobil tangki suplai dan ambulans dari Mako pusat dikerahkan ke lokasi. Petugas menyisir setiap sudut tumpukan yang membara.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, bahkan turun langsung ke lapangan memantau jalannya operasi. Menurutnya, keterlambatan beberapa menit saja bisa mengubah situasi menjadi malapetaka.
“Respons cepat menjadi kunci dalam setiap penanganan kebakaran. Berkat koordinasi yang baik antarpetugas dan dukungan seluruh unsur di lokasi, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas,” tegas Amiluddin di lokasi kejadian.
Perjuangan menjinakkan si jago merah ini berlangsung dramatis selama hampir satu setengah jam. Petugas tidak hanya menyemprot air di permukaan, tetapi juga membongkar tumpukan sampah untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Pujianto, menjelaskan bahwa proses pendinginan memakan waktu cukup lama demi memastikan keamanan total wilayah tersebut.
“Kami tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” urai Pujianto. Api akhirnya dinyatakan padam total tepat pukul 20.00 Wita.
Keberhasilan penjinakan api ini menjadi bukti solidnya sinergi di lapangan. Mulai dari Regu 2 Mako, BPBD Kota Bontang, Lurah dan Babinsa Belimbing, Polres Bontang, hingga bahu-membahu bersama warga setempat.
Belajar dari insiden ini, dia kembali mengetuk kesadaran masyarakat. Mengingat kondisi cuaca yang mulai kering, kebiasaan membakar sampah sembarangan harus segera dihentikan karena taruhannya adalah keselamatan lingkungan. (*)

















