WARGA Bontang, khususnya yang kerap melintasi area Lok Tuan dan jalur rumah sakit Pupuk Kaltim (RS PKT) bisa sedikit bernafas lega. Jalur bergelombang yang selama ini dikeluhkan para pengendara karena memicu bahaya kecelakaan, kini langsung direspons cepat oleh Pemkot Bontang.
Tim Bontang Reaksi Cepat (BRC) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bontang turun ke lapangan, Senin (13/7/2026). Petugas langsung memangkas titik-titik aspal yang deformasi dan membahayakan, terutama bagi para pemotor.
Dua titik yang menjadi fokus utama kali ini adalah Jalan Pupuk Raya tepat di depan GOR Lok Tuan, serta jalur utama yang menjadi akses vital menuju Rumah Sakit PKT Bontang.
Jalur menuju RS PKT mendapat perhatian khusus dari petugas di lapangan. Maklum, jalanan ini merupakan urat nadi bagi mobil ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat medis.
Permukaan aspal yang bergelombang tentu sangat menyiksa pasien yang sedang kritis di dalam ambulans. Selain mengurangi kenyamanan, guncangan keras juga berisiko memperlambat waktu tempuh kendaraan medis saat mengejar momentum penyelamatan nyawa.
Kondisi serupa terlihat di depan GOR Lok Tuan. Tingginya intensitas kendaraan yang melintas di kawasan padat penduduk ini membuat aspal cepat aus dan meliuk. Jika dibiarkan tanpa penanganan instan, pemotor yang lengah saat melaju kencang bisa dengan mudah terpelanting.

Kepala DPUPR Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, menegaskan bahwa pergerakan timnya di lapangan murni untuk merespons kecemasan warga. Pihaknya tidak ingin menunggu ada korban jiwa baru bergerak.
“Setiap laporan yang kami terima akan segera ditindaklanjuti sesuai tingkat urgensinya,” ujar Edy Prabowo.
Edy menambahkan, target utama penambalan ini bukan sekadar membuat jalan tampak rapi, melainkan demi meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas di titik rawan. Akses publik menuju fasilitas kesehatan wajib steril dari hambatan infrastruktur. (*)















