PROGRAM Umrah Gratis Kaltim yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud ikut terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Dampaknya terasa signifikan. Kuota penerima yang sebelumnya mencapai sekira 870 orang kini tersisa hanya 14 orang pada 2026.
Kondisi itu membuat kelanjutan program perjalanan religi gratis masih menunggu pembahasan dalam APBD Perubahan 2026. Pemprov Kaltim pun belum memastikan apakah kuota akan kembali ditambah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Dasmiah, mengakui anggaran yang tersedia tahun ini jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini hanya untuk 14 orang karena ada efisiensi anggaran. Kalau sebelumnya mencapai sekira 870 orang, memang tahun ini berkurang cukup banyak,” ujarnya kepada wartawan di Samarinda, Senin (13/7/2026).
Meski kuotanya turun drastis, Dasmiah mengatakan pemerintah daerah tetap mengusulkan tambahan alokasi. Besarannya minimal mencapai separuh dari kuota tahun lalu.
Namun, keputusan akhir masih menunggu pembahasan bersama dalam APBD Perubahan 2026.
“Soal kelanjutannya nanti bisa ditanyakan kepada Sekda Kaltim,” katanya.
Dasmiah menegaskan kebijakan efisiensi tidak menyentuh seluruh program prioritas Pemprov Kaltim.
Program pendidikan gratis, misalnya, tetap berjalan sesuai rencana. Pemerintah masih mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,39 triliun untuk sektor tersebut pada tahun ini.
Menurutnya, perjalanan religi gratis dipilih sebagai salah satu pos yang dikurangi karena manfaatnya bersifat individual, bukan program yang menjangkau masyarakat secara luas maupun berkaitan langsung dengan indikator kinerja pemerintah.
Pemangkasan kuota tidak hanya berlaku bagi program umrah. Dasmiah memastikan kebijakan itu juga mencakup seluruh perjalanan religi bagi pemeluk agama lain yang difasilitasi pemerintah daerah.
“Kuota 14 orang itu sudah mencakup semuanya. Nanti akan kami lihat kembali bagaimana pertimbangannya dalam pembahasan selanjutnya,” ujarnya. (*)

















