Menentukan kapan anak masuk TK bukan hanya soal tanggal lahir, tapi tentang kesiapan emosional, sosial, dan motorik.
Pranala.co, BONTANG – Tahun ajaran baru segera tiba. Banyak orangtua mulai bertanya-tanya: kapan waktu terbaik memasukkan anak ke Taman Kanak-kanak (TK)?
Bagi sebagian, jawaban itu sederhana: lihat usia anak. Namun faktanya, usia bukan satu-satunya penentu kesiapan anak untuk duduk di bangku TK.
Berdasarkan ketentuan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 dan informasi resmi dari Kemendikdasmen, usia masuk TK dibagi dua:
- TK Kelompok A: usia minimal 4 tahun, maksimal 5 tahun
- TK Kelompok B: usia minimal 5 tahun, maksimal 6 tahun
Namun, anak berusia 4 atau 5 tahun belum tentu benar-benar siap masuk sekolah.
Menurut Kemendikdasmen, anak-anak butuh waktu adaptasi sekitar satu minggu di lingkungan TK. Mereka belajar mengenal guru, teman, hingga rutinitas harian.
Namun, bila dalam dua minggu anak hanya jadi penonton, belum mau bermain bersama teman-temannya, orangtua perlu berkonsultasi dengan guru atau psikolog.
Masalahnya, banyak orangtua terlalu fokus pada usia. Padahal, ada tanda-tanda kesiapan yang jauh lebih penting.
Ini 9 Ciri Anak Siap Masuk TK
Mengacu panduan dari Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas Kalimantan Selatan, berikut sembilan perilaku yang bisa jadi acuan:
- Bisa meniti atau menyeimbangkan tubuh dengan baik
- Mampu memegang alat tulis dengan benar
- Fokus pada benda kecil seperti kancing atau balok
- Sudah bisa menggambar sesuatu yang bermakna (orang, mobil, rumah)
- Tidak terlalu bergantung pada orangtua saat di luar rumah
- Mulai mandiri, seperti makan sendiri atau membereskan mainan
- Bisa berkonsentrasi saat bermain atau mengerjakan sesuatu
- Mau berbagi dan bermain bersama teman
- Senang bertanya dan berbicara aktif
Semakin banyak tanda-tanda ini terlihat, maka semakin besar peluang anak siap secara mental dan sosial untuk sekolah di TK.
Kesiapan anak juga bisa dilihat dari motivasi belajarnya. Bukan berarti anak harus bisa membaca atau berhitung sejak dini. Yang lebih penting adalah rasa ingin tahu dan kepercayaan diri.
Sayangnya, masih banyak orangtua merasa terburu-buru. Tekanan sosial, bahkan kompetisi diam-diam antar tetangga, sering membuat keputusan menjadi tergesa-gesa.
Padahal, setiap anak punya waktunya sendiri. Masuk TK bukan perlombaan.
[DIAS/RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















