BALIKPAPAN, Pranala.co — Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Aktivitas warga yang meningkat, terutama menjelang mudik, dinilai membuka celah bagi berbagai tindak kejahatan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim, Jamaluddin Farti, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan potensi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan.
“Dari sisi reserse kriminal umum, kami melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kejahatan jalanan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Kepolisian mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan kejahatan, seperti pusat perbelanjaan, mal, serta kawasan wisata yang dipadati masyarakat menjelang Lebaran. Di lokasi-lokasi tersebut, tindak pencopetan menjadi salah satu kejahatan yang paling diwaspadai.
“Peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran membuat titik-titik keramaian menjadi fokus utama pengamanan,” kata Jamaluddin.
Selain pencopetan, aparat juga mengantisipasi kejahatan lain seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penganiayaan, hingga gangguan kamtibmas yang dipicu peredaran minuman keras.
Tak hanya di ruang publik, pengamanan juga difokuskan pada kawasan permukiman. Rumah-rumah yang ditinggal mudik dinilai rawan menjadi target pelaku kejahatan.
Patroli intensif pun dilakukan oleh jajaran kepolisian dengan melibatkan berbagai fungsi, termasuk reserse kriminal dan personel Samapta.
“Kami fokus patroli di kawasan perumahan untuk memastikan keamanan rumah warga yang ditinggal mudik,” ujarnya.
Kondisi Kaltim sebagai daerah tujuan perantau turut menjadi perhatian. Banyak warga yang berasal dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa, diperkirakan akan pulang kampung saat Lebaran.
Situasi ini meningkatkan jumlah rumah kosong dalam waktu bersamaan. Guna memastikan keamanan selama arus mudik dan balik, kepolisian menggelar Operasi Ketupat Mahakam 2026. Operasi ini bertujuan menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus kelancaran lalu lintas.
Selain itu, jajaran kepolisian juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Langkah ini merupakan bagian dari instruksi pimpinan Polda Kaltim kepada seluruh Polres di wilayahnya.
Upaya preventif juga dilakukan melalui Operasi Pekat Mahakam 2026 yang telah digelar selama Ramadan. Operasi ini menyasar berbagai penyakit masyarakat dan tindak kriminal.
Hasilnya, aparat berhasil mengungkap 272 kasus, baik tindak pidana maupun tindak pidana ringan, dengan total 305 tersangka yang diamankan.
Jamaluddin menyebut, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, kejahatan jalanan masih menjadi kasus dominan saat momentum Lebaran. Karena itu, penguatan pengamanan dilakukan sejak dini melalui koordinasi lintas sektoral.
“Sejumlah personel telah kami tempatkan di pusat-pusat keramaian untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan,” tegasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















