KENAIKAN harga beras yang mulai terjadi di sejumlah daerah memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Namun, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan kondisi itu belum mengganggu ketersediaan pangan di daerah.
Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), Pemkot Balikpapan menegaskan stok beras pemerintah masih sangat aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) tercatat sekira 22.300 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.
Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir ataupun membeli beras secara berlebihan.
“Stok beras pemerintah saat ini sangat mencukupi. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” kata Haemusri, Jumat, 3 Juli 2026.
Haemusri menjelaskan kenaikan harga beras yang mulai terasa di pasaran bukan disebabkan berkurangnya stok di Balikpapan.
Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor eksternal, mulai dari meningkatnya biaya distribusi hingga fluktuasi harga di pasar nasional.
Karena itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan sedini mungkin.
Meski cadangan beras dalam kondisi surplus, Pemkot Balikpapan memilih tetap waspada.
Disdag bersama Bulog dan para distributor terus mengawal kelancaran distribusi sekaligus memantau harga di tingkat pedagang setiap hari.
Apabila ditemukan lonjakan harga yang dinilai tidak wajar, pemerintah telah menyiapkan langkah stabilisasi.
“Apabila ditemukan kenaikan yang tidak wajar, pemerintah akan segera melakukan langkah-langkah stabilisasi, termasuk pelaksanaan operasi pasar apabila memang diperlukan,” ujar Haemusri.
Langkah tersebut disiapkan agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah potensi kenaikan harga pangan.
Disdag juga mengingatkan masyarakat agar membeli beras sesuai kebutuhan.
Haemusri menilai aksi memborong beras atau panic buying justru dapat mengganggu rantai pasok dan memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Dengan pasokan yang masih melimpah serta pengawasan yang terus dilakukan, Pemkot Balikpapan optimistis stabilitas harga dan ketersediaan beras dapat terjaga hingga penghujung tahun.
Dia berharap masyarakat tetap tenang, berbelanja secara bijak, dan tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan yang belum tentu sesuai dengan kondisi di lapangan. [RUL]


















