SANGATTA, Pranala.co – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, memberikan tantangan terbuka kepada para peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) 2026. Ia menegaskan bahwa pejabat yang terpilih harus mampu bekerja cepat dan menghadirkan inovasi, terutama untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan seleksi terbuka JPTP di Ruang Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Sabtu.
Dalam arahannya, Ardiansyah mengungkapkan capaian pembangunan infrastruktur di Kutai Timur saat ini masih berada di kisaran 40 persen. Kondisi tersebut dinilai belum ideal dan membutuhkan percepatan.
“Kita harus jujur, pembangunan infrastruktur kita belum sempurna. Saya berharap peserta seleksi ini mampu menerjemahkan visi pembangunan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga mampu mencari terobosan untuk mempercepat pembangunan.
Selain infrastruktur, Bupati juga menyoroti lambatnya respons pemerintah dalam penanganan pemulihan pascabencana. Ia mencontohkan kejadian kebakaran yang berulang di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar.
Menurutnya, proses pemulihan sering terhambat oleh prosedur administratif yang panjang dan kaku.
“Saya minta pejabat yang terpilih nanti meninjau kembali regulasi. Cari cara agar pemulihan bagi masyarakat bisa lebih cepat tanpa menunggu proses kajian yang berlarut-larut,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya inovasi dan adaptasi kebijakan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga menyinggung persoalan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Ia mengindikasikan masih adanya pelanggaran disiplin di lingkungan pemerintahan.
Karena itu, pemerintah daerah berencana memperketat sistem pengawasan, khususnya terkait kehadiran pegawai.
“Saya ingin memperketat presensi. Tidak ada artinya rencana besar jika disiplin dasar kita masih lemah,” tegasnya.
Ia berharap pejabat yang nantinya terpilih dapat menjadi teladan dalam menegakkan disiplin di instansi masing-masing. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















