Pranala.co, BONTANG – Pengendara di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) harus makin disiplin. Mulai awal Agustus 2025, sistem tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) resmi diberlakukan di Bontang.
Artinya, semua pelanggaran lalu lintas akan terekam otomatis oleh kamera dan ditindak tanpa perlu kontak langsung dengan petugas.
“Kamera sudah terpasang di sejumlah titik strategis. Semua data pelanggaran langsung masuk ke sistem back office ETLE Satlantas,” ujar Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, Senin (29/7/2025).
Sistem ini memanfaatkan teknologi ERI (Electronic Registration & Identification) untuk mendeteksi pelat nomor kendaraan yang melakukan pelanggaran.
Jenis pelanggaran yang akan ditindak di antaranya: Menerobos lampu merah; tidak memakai helm; tidak pakai sabuk pengaman; bonceng tiga; menggunakan gawai saat berkendara; tidak menyalakan lampu siang hari (untuk roda dua).
Setelah pelanggaran terekam, surat konfirmasi akan dikirim ke alamat pemilik kendaraan. Masyarakat bisa memeriksa detail pelanggaran melalui laman resmi https://konfirmasi-etle.polri.go.id atau mendatangi posko ETLE Polres Bontang.
Jika terbukti, surat tilang akan dikirim lengkap dengan instruksi pembayaran denda melalui BRIVA (BRI Virtual Account).
“Kalau tidak dikonfirmasi atau menolak membayar, kami akan blokir sementara STNK-nya,” tegas Purwo.
Sistem ini juga bisa menangkal pelaku kejahatan lalu lintas, termasuk pengguna pelat nomor palsu atau kendaraan tanpa STNK. Jika terdeteksi atau tertangkap tangan petugas, sanksi hukum akan dijatuhkan.
“Kalau terbukti pidana, akan langsung kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
Tujuan utama penerapan ETLE adalah meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas, mengurangi potensi pungli, dan memperkecil risiko gesekan antara pengendara dan aparat di lapangan.
“Kami minta masyarakat lebih tertib. Berkendara itu soal tanggung jawab, bukan sekadar sampai tujuan,” imbau Kasat Lantas.
Dengan sistem ini, pelanggaran sekecil apa pun bisa terekam. Tidak ada lagi alasan karena lupa atau tak tahu. Teknologi akan bekerja 24 jam penuh. (fr)














