JALUR distribusi logistik pangan Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih bersih dan serbadigital. Salah satu titik krusialnya berada di Kalimantan Timur (Kaltim), tempat pasokan pupuk nasional dikirim ke berbagai penjuru negeri.
Langkah ini mendapat perhatian khusus dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Pemerintah turun langsung meninjau kesiapan infrastruktur di kawasan operasional Pelabuhan Pupuk Kaltim demi memastikan rantai pasok pangan tak terganggu.
Pelabuhan bukan lagi sekadar tempat bersandarnya kapal pengangkut. Di era modern, efisiensi waktu dan transparansi menjadi penentu utama agar distribusi pupuk berjalan tanpa hambatan.
SVP SBU JPP Pupuk Kaltim, Deplian Maherdianta, menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh menerapkan konsep Green and Smart Port. Fokus utama mereka saat ini adalah memperkuat sistem pemantauan berbasis digital.
“Transformasi digital membuat proses monitoring operasional dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan transparan,” ujar Deplian saat mendampingi tim verifikasi pemerintah belum lama ini.
Teknologi ini memangkas birokrasi lapangan dan mempercepat gerak kapal. Efek dominonya jelas, biaya logistik bisa ditekan dan pupuk sampai ke tangan petani tepat waktu.
Selain sistem digital yang canggih, suasana di Pelabuhan Pupuk Kaltim kini jauh dari kesan kotor atau kumuh. Manajemen menerapkan prinsip kerja ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Pengolahan limbah di area kerja diperketat agar aktivitas industri tidak merusak ekosistem laut sekitar. Deplian percaya, lingkungan kerja yang nyaman secara psikologis akan mendongkrak produktivitas para pekerja di lapangan.
“Masukan dari pemerintah kami jadikan bahan evaluasi. Target kami, pelabuhan ini menjadi contoh nyata pelabuhan modern yang berdaya saing di Indonesia,” tambahnya dalam keterangan resminya, Selasa, 7 Juli 2026.
Langkah bersih-bersih dan digitalisasi pelabuhan ini sejalan dengan mandat Peraturan Presiden Nomor 147 Tahun 2024. Kementerian Koordinator Bidang Pangan kini bergerak cepat mengamankan simpul-simpul logistik strategis nasional.
Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri Kemenko Pangan, Ridky Irfan Wirautama, menegaskan pentingnya peran infrastruktur yang andal. Logistik pangan tidak boleh terhambat oleh masalah teknis di pelabuhan.
Menurut Ridky, pengelolaan pelabuhan modern ini berkaitan erat dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Kepala Negara sangat menekankan pentingnya integrasi penanganan sampah dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Ini bukan hanya persoalan estetika atau kebersihan belaka. Ini urusan kualitas tata kelola, keselamatan, dan keberlanjutan aktivitas logistik dalam jangka panjang,” tegas Ridky.
Dia pun mengapresiasi konsistensi Pupuk Kaltim yang tidak hanya mengejar target bisnis, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi erat ini diharapkan mampu menaikkan standar baku pengelolaan pelabuhan di seluruh Indonesia. (*)

















