Pranala.co, SAMARINDA – Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur alias Diskominfo Kaltim memastikan kesiapan infrastruktur jaringan internet di seluruh wilayahnya. Langkah ini diambil untuk menghadapi lonjakan traffic selama periode mudik dan libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah (2026).
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan para penyedia jasa internet (provider) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Tujuannya menjamin kualitas layanan maksimal bagi masyarakat yang akan beraktivitas digital selama libur panjang.
Faisal menjelaskan bahwa lonjakan traffic internet merupakan fenomena yang pasti terjadi setiap hari besar keagamaan. Namun, hal ini dipandang sebagai peluang sekaligus tanggung jawab bagi penyedia layanan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan sekitar 24 provider di Kaltim, termasuk Telkomsel, Indosat, Icon+, dan lainnya. Mereka biasanya sudah standby untuk memberikan layanan maksimal, karena traffic tinggi juga berarti peluang keuntungan bagi perusahaan mereka,” ujar Faisal saat diwawancarai awak media di Samarinda, Kamis (12/3/2026).
Sebagai bagian dari pelayanan publik, Pemerintah Provinsi Kaltim menyediakan fasilitas WiFi gratis di desa melalui program Gratispol Internet Desa. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan masyarakat di tingkat desa tetap bisa menikmati akses internet selama masa libur panjang.
Faisal menegaskan bahwa kuota internet untuk program Internet Desa tetap disalurkan tanpa gangguan.
“Meskipun hari libur, kuota internet desa tetap jalan. Kami berharap kepala desa tetap menyalakan perangkat WiFi-nya agar masyarakat sekitar bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, minimal di area sekitar kantor desa,” imbuhnya.
Hingga saat ini, program internet gratis tersebut sudah menjangkau 802 desa di Kalimantan Timur. Terdapat sisa 39 desa yang sedang dalam proses pemasangan tahun ini guna mencapai target total 841 desa.
Menutup keterangannya, Faisal mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan internet agar tidak boros pulsa atau kuota. Selain itu, ia mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya upaya penipuan yang menyasar kantor desa.
“Ada laporan penipuan tagihan internet bulanan di beberapa desa. Saya tegaskan, program Internet Desa dari Pemprov Kaltim ini gratis dan tidak ada tagihan ke kantor desa, kecamatan, maupun kabupaten. Kontrak dilakukan langsung Diskominfo Kaltim dengan provider secara tahunan,” tegas Faisal. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















