SUASANA berbeda terlihat di Kantor Samsat Bontang, Jalan MH Tamrin, Kamis (11/6/2026). Sejak pagi, warga berdatangan untuk membayar pajak kendaraan. Bukan hanya karena kewajiban tahunan, tetapi juga karena ada hadiah yang menanti.
Melalui program Gemas Pajak atau Gerakan Masyarakat Sadar Pajak, UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Timur wilayah Bontang memberikan apresiasi langsung kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran secara non tunai.
Program yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Juni 2026, itu langsung mendapat respons positif dari masyarakat.
Hingga pukul 11.00 Wita pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 125 kendaraan telah mengikuti program tersebut. Rinciannya, 104 sepeda motor dan 21 kendaraan roda empat.
Kepala UPTD PPRD Bapenda Kaltim wilayah Bontang, Indun Salbiah Ningsih, mengatakan masyarakat yang membayar pajak kendaraan tahunan melalui sistem non tunai berkesempatan memperoleh berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia.
Mulai dari paket sembako, handuk, termos, hingga hadiah menarik lainnya yang diberikan langsung kepada peserta yang memenuhi ketentuan program.
“Ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar pajak sekaligus mendorong penggunaan transaksi digital,” ujarnya.

Di balik hadiah yang dibagikan, Gemas Pajak membawa misi yang lebih besar. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.
Pihaknya juga ingin memperluas penggunaan layanan pembayaran digital yang dinilai lebih praktis, aman, dan cepat.
Saat ini pembayaran pajak kendaraan dapat dilakukan melalui berbagai kanal elektronik atau e-channel. Mulai dari Indomaret, DG Bankaltimtara, Livin’ by Mandiri, GoPay, LinkAja, Tokopedia hingga Pos Indonesia.
Kemudahan tersebut membuat masyarakat tidak lagi bergantung pada pembayaran tunai yang selama ini kerap dianggap kurang efisien.
Selain meningkatkan kepatuhan wajib pajak, penggunaan sistem pembayaran non tunai juga menjadi langkah untuk meminimalkan potensi praktik pungutan liar atau pungli.

Transaksi yang tercatat secara digital membuat proses pembayaran lebih transparan dan mudah diawasi.
Karena itu, Indun mengajak masyarakat Bontang memanfaatkan kesempatan yang masih berlangsung di booth Gemas Pajak yang tersedia di lingkungan Kantor Samsat Bontang.
Program ini memang hanya digelar selama dua hari. Namun harapannya jauh lebih panjang: semakin banyak warga yang sadar pentingnya membayar pajak tepat waktu, sekaligus semakin terbiasa menggunakan layanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
“Ke depan program seperti ini akan kami laksanakan sekaligus memberikan edukasi pembayaran non tunai yang lebih praktis,” kata Indun. [ADS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















