Pranala.co, BONTANG — Kepedulian lintas daerah kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Bontang. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Padang, dan Sumatera Utara.
Bantuan itu telah dikirim. Harapannya satu. Meringankan beban warga yang sedang menghadapi musibah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk empati pemerintah daerah kepada saudara-saudara di Sumatera.
“Pemerintah Kota Bontang turut berempati dan mengalokasikan dana Rp1,5 miliar untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Neni, Jumat (26/12/2025).
Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Pupuk Kaltim Fest 2025.
Neni menjelaskan, dana bantuan bersumber dari anggaran tak terduga (ATT). Dana ini memang disiapkan untuk kondisi darurat.
Dalam APBD 2025, Pemkot Bontang memiliki dana cadangan sebesar Rp6 miliar. Dana tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu. Baik untuk bencana di dalam daerah maupun di luar wilayah Bontang.
“Kita menyiapkan dana tak terduga sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah. Dana ini hanya digunakan saat kondisi darurat,” jelasnya.
Ia menegaskan, penggunaan ATT juga menjadi bagian dari tata kelola keuangan daerah yang bertanggung jawab. Mekanisme ini memungkinkan pemerintah bergerak cepat. Sekaligus memastikan penyaluran bantuan tetap akuntabel dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, bantuan untuk Padang, Aceh, dan Sumatera Utara sudah dikirim,” tambah Neni.
Melalui bantuan ini, Pemkot Bontang berharap solidaritas antarwilayah terus terjaga. Musibah, kata Neni, bisa datang kapan saja dan di mana saja. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















