Bontang Masih KLB, Kafe Mulai Ramai, Ini Kata Ketua DPRD

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

BONTANG berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) belum dicabut. Namun, dua hari belakangan, sejumlah kafe dan rumah makan ramai lagi membuka usahanya. Makan di tempat, tidak sistem take away atau bungkus dibawa pulang.

Berdasar pantauan media ini, kafe-kafe hingga warung makan terlihat ramai pengunjung saat Kamis (14/5) malam. Sebut saja di kawasan Jalan DI Panjaitan. Ada 23-an pengunjung duduk bersenda gurau lokasi, bukan melayani sistem take away. Mereka makan di lokasi.

Serupa di salah satu kafe Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pattimura. Para pengunjung seolah tak mengindahkan larangan berkumpul di keramaian. Beberapa warung kopi pun sama. Tanpa masker, pengunjung tetap asyik berkumpul sampai pukul 21.48 Wita.

Sejatinya, status KLB ini sudah diberlakukan sejak 23 Maret lalu. Warga Bontang dilarang berkumpul di tempat keramaian. Seperti kafe hingga warung kopi. Kondisi ini pun mendapat atensi dari Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Andi Faiz bilang, masa pandemi Covid-19 belum berakhir, meski diakuinya tren baik terus terjadi di Bontang. Sudah ada 4 pasien sembuh dan 7 pasien terkonfirmasi positif yang kini dirawat di RSUD Bontang. “Meski trennya bagus, kita jangan sampai lengah. Tetap wajib jaga jarak dan sementara di rumah dulu,” ujar Faiz–sapaan akrabnya kepada Pranala.co, Jumat (15/5).

Dia pun mendorong Polres dan Satpol PP Bontang tetap rutin patroli membubarkan keramaian warga. Apalagi ini menjadi salah satu maklumat Polri: imbauan dilarang berkumpul di tempat umum. Yakni dengan membubarkannya.

“Saya minta Polri dan Satpol bisa kembali rutin patroli dan menindak warga berkumpul,” tegas Faiz.

Lanjut Faiz, selain pemerintah, TNI dan Polri, pemutus mata rantai virus Corona juga harus melibatkan warga itu sendiri. Kesadaran warga, pemilik kafe atau pengelola makan hanya melayani sistem take away saja. Bukan makan di tempat yang bisa melanggar aturan jaga jarak.

Dia pun mengakui, pandemi corona juga berdampak kepada para pengelola rumah makan dan UMKM di Bontang. Bukan hanya di kota itu, bahkan merata di seluruh Indonesia. Semuanya mengeluh karena omzet turun drastis. Tapi, kesehatan dan nyawa manusia lebih penting, apalagi virus corona belum ditemukan obatnya.

“Semoga saja wabah ini berlalu. Masa sulit bisa kita lewati bersama. Butuh dukungan semua warga Bontang. Ayo kita lawan bersama,” ajak Faiz. (js)

More Stories
Kaltim Siapkan Rp30 Miliar Perangi Covid-19