BONTANG – Ribuan pendukung dan simpatisan yang kompak mengenakan pakaian bernuansa putih dan biru muda memadati Kantor Komisi Pemilihan Umum, KPU Bontang, Rabu 28 Agustus 2024 siang.
Kehadiran mereka untuk mengiringi pendaftaran pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bontang, Basri Rase dan Chusnul Dhihin, yang maju melalui jalur perseorangan (independen).
Tepat pukul 14.30 WITA, teriakan “Sekali Lagi” bergema dari kerumunan pendukung yang setia mendukung pasangan Basri-Dhihin. Mengenakan kemeja putih, Basri dan Dhihin terlihat percaya diri, didampingi istri masing-masing, tim pemenangan, serta dua petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Buruh yang menunjukkan dukungan mereka.
Dalam prosesi pendaftaran, Basri-Dhihin menyerahkan berkas syarat calon dan syarat pencalonan kepada Ketua KPU Bontang. Selain itu, pasangan ini juga menandatangani surat pernyataan visi dan misi yang diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
KPU kemudian memberikan dokumen tanda terima dan surat pengantar untuk pemeriksaan kesehatan yang akan dilakukan di RSUD Taman Husada Bontang.
Dalam sesi konferensi pers, Basri Rase menjelaskan bahwa jika dirinya bersama Chusnul Dhihin kembali dipercaya memimpin Bontang untuk lima tahun mendatang, mereka akan memprioritaskan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program beasiswa pendidikan, pemberdayaan UMKM, serta penanganan masalah-masalah krusial.
Seperti kualitas lingkungan, penurunan angka stunting, dan penuntasan masalah banjir. Tidak ketinggalan, mereka juga berkomitmen untuk melaksanakan program makan siang gratis yang diinisiasi oleh Presiden terpilih.
“Insya Allah, sekali lagi,” ujar Basri dengan penuh keyakinan, yang disambut dengan sorak-sorai penuh semangat dari para pendukungnya.
Ketua KPU Bontang, Muzzarobby Renfly, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang mengonfirmasi bahwa pasangan Basri-Dhihin telah memenuhi syarat sebagai calon perseorangan. Dengan perolehan 13.253 dukungan, mereka berhasil melewati batas syarat minimal yang ditetapkan.
Muzzarobby juga menegaskan bahwa meskipun PPP dan Partai Buruh turut hadir dalam prosesi pendaftaran, mereka bukanlah pengusung resmi pasangan Basri-Dhihin.
“PPP dan Partai Buruh hadir sebagai pendukung, bukan pengusung. Jalur perseorangan ini murni tidak melalui partai politik (parpol),” jelasnya. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow
















Comments 4