GERBONG mutasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali bergerak. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, resmi melantik sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (29/6/2026).
Dari deretan nama yang bergeser, posisi pucuk pimpinan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim menjadi salah satu yang paling menyedot perhatian publik.
Ririn Sari Dewi pernah menjabat Sekretaris Diskoimfo Bontang ini yang sejak awal 2024 menakhodai Dinas Pariwisata Kaltim, kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Diskominfo Kaltim. Ia bertukar posisi dengan Muhammad Faisal yang kini ditugaskan memimpin Dinas Pariwisata.
Ditemui seusai prosesi pelantikan, Ririn menegaskan kesiapannya untuk langsung tancap gas. Langkah pertamanya adalah memastikan roda organisasi di tengah tahun anggaran ini tetap berjalan tanpa hambatan.
“Kita akan melanjutkan program yang sudah dibangun oleh Bapak Faisal, terutama dalam percepatan penyerapan anggaran di pertengahan tahun ini,” ujar Ririn.
Bagi Ririn, Diskominfo ke depan harus kembali pada khitah dan fungsi dasarnya yang vital. Lembaga ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan wajah dan corong utama pemerintah daerah.
Fokus utamanya meliputi penguatan literasi dan infrastruktur digital, pengelolaan walidata, hingga penyelarasan kebijakan komunikasi antara pusat dan daerah.
Tantangan nyata yang sudah membentang di depan mata adalah pemenuhan akses internet di wilayah terpencil, khususnya kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Masalah ini, menurutnya, membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah pusat demi menyiasati kondisi fiskal daerah yang dinamis.
Berbekal pengalamannya yang matang saat bertugas di Kota Bontang, Ririn sangat paham betapa krusialnya kecepatan manajemen komunikasi di era digital. Kecepatan adalah kunci utama dalam membendung arus informasi keliru.
Arus hoaks di media sosial bergerak sangat masif. Sedikit saja ada jeda atau keterlambatan dari pemerintah dalam memberikan klarifikasi, rumor palsu bisa langsung menjadi bola liar di masyarakat.
“Media adalah mitra utama kami dalam penyebaran informasi. Saya ingin meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang lebih intens,” tuturnya menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan insan pers.
Tidak sekadar merangkul, Ririn juga langsung membawa agenda konkret terkait kesejahteraan ekosistem media di Kaltim. Ia berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) tahun 2024 tentang kebijakan kerja sama media massa.
Langkah evaluasi ini diambil demi memastikan bahwa kemitraan yang terjalin antara Pemprov Kaltim dan perusahaan media ke depan berjalan jauh lebih efektif, sehat, dan kredibel.
Selain pergantian di tubuh Diskominfo, Gubernur Rudy Mas’ud juga merotasi sejumlah posisi strategis lainnya:
- Aji Muhammad Fitra Firnanda: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim.
- Puguh Harjanto: Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim.
- Muhammad Faisal: Kepala Dinas Pariwisata Kaltim.
- Arief Murdivanto: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim.
- Siti Sugiyanti: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim.
- Syarifah Alawiyah: Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim.
- Drg. Ahmad Jais: Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
- Dr. Mazniati: Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. [TIA]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















