Pranala.co, BONTANG – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang, Pemerintah Kota Bontang kembali menghadirkan program yang paling ditunggu warga: Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan ini digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Rabu, 16 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, di lapangan parkir MTQ Stadion Besai Berinta, Kelurahan Api-Api.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, mengatakan GPM merupakan upaya nyata pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
“Melalui Gerakan Pangan Murah, kami ingin memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh bahan pangan berkualitas tanpa terbebani harga tinggi,” ujar Aznem, Senin (13/10/2025).
Ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar menjelang akhir tahun.
Dalam kegiatan ini, DKP3 menyiapkan berbagai bahan kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Di antaranya: Beras SPHP sebanyak 6 ton; Beras Premium Bulog sebanyak 1 ton; Telur lokal sebanyak 500 piring; Minyak goreng Saro—produk asli Bontang—sebanyak 50 dos ukuran 2 liter; Serta aneka produk mitra lokal seperti tepung, susu kental manis, dan ikan sarden
Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding pasar. Misalnya: Beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kg; Beras Premium Sentra Ramos Rp75.000; Minyak goreng Saro Rp37.000 per 2 liter; Tepung terigu Rp10.000 per kg; Susu Cap Enak Rp10.000 per kaleng.
Selain membantu masyarakat, GPM juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut tumbuh.
“Kami menggandeng berbagai mitra lokal agar mereka juga mendapat manfaat ekonomi dari kegiatan ini,” kata Kabid Ketahanan Pangan DKP3, Debora Kristiani.
Menurutnya, momentum seperti ini penting bagi UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk mereka langsung kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar pasar murah, GPM juga membawa misi edukasi. Pemerintah ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengatur konsumsi, memilih produk lokal, dan menjaga keberlanjutan pasokan pangan di kota industri seperti Bontang.
“Momentum HUT ke-26 ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan dan kemajuan Bontang bergantung pada ketahanan pangan yang kuat. Baik dari sisi ketersediaan, akses, maupun pemanfaatannya,” ujar dia.
Ia berharap, semangat HUT Bontang tahun ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
“Semoga Bontang semakin maju, jaya, damai, dan sejahtera,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










