Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menemukan banyak kepala desa yang belum tertib dalam pengelolaan keuangan desa. Temuan itu terungkap dari hasil audit yang dilakukan sejak Juni hingga Oktober 2025.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengatakan dari 141 desa dan kelurahan yang ada, tahap awal pemeriksaan dilakukan terhadap 80 kepala desa. Hasilnya cukup mencengangkan — lebih dari separuh kades yang diaudit ditemukan bermasalah, baik dalam pelaporan administrasi maupun pelaksanaan kegiatan.
“Dari 80 kepala desa yang diperiksa, banyak yang hasilnya bermasalah,” ujar Mahyunadi di Sangatta, Rabu (5/11/2025).
Meski banyak temuan, Mahyunadi menegaskan Pemkab Kutim tidak langsung mengambil langkah hukum. Pemerintah akan mengedepankan pembinaan terlebih dahulu agar para kepala desa bisa memperbaiki sistem pengelolaan keuangannya.
“Ini baru pemeriksaan tahap awal. Kita utamakan pembinaan dulu,” tegasnya.
Menurut Mahyunadi, audit tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan pembangunan desa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai wakil bupati. Tujuannya agar penggunaan anggaran desa benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan, apabila ditemukan penggunaan dana desa secara fiktif atau tidak sesuai peruntukan, maka kepala desa wajib mengembalikan uang tersebut ke kas desa. Jika tidak, pemerintah akan menyerahkan kasusnya ke pihak berwajib.
“Kalau dana fiktif, wajib dikembalikan. Kalau tidak dikembalikan, kita akan laporkan ke aparat hukum. Masyarakat berhak menerima manfaat dari kebijakan yang dijalankan pemerintah,” tandasnya.
Mahyunadi berharap pemeriksaan ini menjadi momentum bagi seluruh kepala desa untuk memperbaiki tata kelola keuangan secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan berkelanjutan agar dana desa benar-benar digunakan untuk pembangunan masyarakat desa.
“Tujuan kita bukan mencari kesalahan, tapi memperbaiki sistem. Kita ingin semua desa di Kutim bisa maju dan mandiri,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















