SUARA bola yang memantul bersahutan dengan tawa para pemain di lapangan tenis PC VI PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Di satu sisi, pemain senior sabar membimbing teknik forehand generasi muda. Di sisi lain, anak-anak karyawan berlarian menunggu giliran bermain.
Pemandangan itu bukan sekadar aktivitas olahraga sore. Di balik ramainya lapangan, tersimpan kisah panjang PTC Pupuk Kaltim yang tumbuh dari komunitas sederhana menjadi salah satu klub tenis perusahaan paling berprestasi di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.
Perjalanan tersebut bermula puluhan tahun lalu di lapangan tenis kawasan Hotel Bintang Sintuk, Bontang. Saat itu, sejumlah karyawan Pupuk Kaltim yang memiliki hobi sama mulai rutin berkumpul untuk bermain.
Dari kebersamaan itulah lahir Sintuk Tennis Club (STC), cikal bakal berdirinya Pupuk Kaltim Tennis Club (PTC) yang dikenal hingga sekarang.
Pembina PTC, Ngateno, mengenang bahwa saat STC dibentuk hampir semua cabang olahraga di lingkungan perusahaan sudah memiliki organisasi resmi. Tenis menjadi satu-satunya cabang yang masih berjalan secara informal.
Padahal, pembinaan atlet junior sebenarnya telah berlangsung di lapangan PC VI. Namun prosesnya belum memiliki sistem yang berkelanjutan.
“Maka sejak terbentuk STC, pembinaan mulai memiliki arah yang jelas. Anggota tidak hanya berasal dari karyawan Pupuk Kaltim, tetapi juga putra-putri karyawan hingga atlet muda potensial dari sekitar perusahaan,” ujar dia dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).
Sejak saat itu, pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain tenis. STC juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan mental juara kepada para atlet muda.
Ngateno mengatakan tenis dipandang sebagai media pembentukan karakter sekaligus ruang untuk membuka kesempatan bagi generasi muda berkembang melalui dukungan perusahaan.
Tonggak penting berikutnya hadir ketika pembina STC saat itu, Bowo, menggagas kerja sama dengan Yayuk Basuki Tennis Academy (YBTA).
Selama dua tahun, akademi yang didirikan legenda tenis Indonesia tersebut menghadirkan pelatih nasional untuk membina atlet-atlet muda Pupuk Kaltim.
Menurut pembina PTC, Wawan Ari Susanto, pola pembinaan kemudian dibagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama merupakan kelas ekstrakurikuler bagi putra-putri karyawan. Fokusnya membangun dasar teknik bermain tenis sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sejak usia dini.
Kelompok kedua menjadi kelas prestasi yang disiapkan untuk melahirkan atlet kompetitif di tingkat regional maupun nasional. Kesempatan mengikuti pembinaan juga dibuka bagi bibit-bibit muda berbakat dari Kota Bontang melalui dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Hasilnya tidak membutuhkan waktu lama.
Atlet binaan STC mulai meraih podium pada berbagai Turnamen Diakui Pengurus (TDP) nasional kelompok umur 10 dan 12 tahun. Bahkan selama sekitar enam tahun, atlet-atlet STC mendominasi berbagai kejuaraan tenis junior di Kalimantan Timur.
Perjalanan organisasi kemudian memasuki babak baru ketika perusahaan melakukan penyesuaian kebijakan terhadap sejumlah cabang olahraga prestasi, termasuk tenis lapangan.
Kerja sama dengan Yayuk Basuki Tennis Academy pun berakhir.
Bagi sebagian orang, momen itu mungkin menjadi akhir sebuah era. Namun bagi komunitas tenis Pupuk Kaltim, perubahan justru menjadi titik lahirnya transformasi baru.
Di bawah koordinasi Badan Pembina Olahraga (Bapor), lahirlah Pupuk Kaltim Tennis Club (PTC) dengan motto “PTC Terus Maju.”
Pembina PTC, Deplian Maherdianta, mengatakan perubahan tersebut dimaknai sebagai kesempatan membangun budaya olahraga yang lebih luas.
“Kami ingin tenis tetap hidup sebagai sarana menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan seluruh insan Pupuk Kaltim,” katanya.
Regenerasi Membawa Warna Baru
Transformasi semakin terasa ketika kepengurusan baru terbentuk pada awal 2023.
Generasi Milenial dan Gen Z mendapat ruang lebih besar untuk mengembangkan organisasi, dengan Septian Seno Rinaldhie dipercaya memimpin PTC.
Di bawah kepemimpinannya, pendekatan klub berubah menjadi lebih inklusif.
PTC menghadirkan turnamen internal khusus pemula, coaching clinic, fun tennis, latihan bersama, hingga pertandingan persahabatan yang melibatkan berbagai unit kerja.
Program tersebut membuka kesempatan bagi karyawan yang sebelumnya belum pernah memegang raket untuk ikut belajar tanpa rasa canggung.
“Transformasi ini kami lakukan agar tenis tidak lagi dipandang sebagai olahraga eksklusif, tetapi menjadi olahraga yang bisa dinikmati semua orang,” ujar Seno.
Kini lapangan tenis Pupuk Kaltim semakin hidup. Karyawan lintas unit, berbagai usia, dan beragam kemampuan rutin mengikuti aktivitas yang digelar klub.
PTC juga memiliki filosofi yang unik, yakni “Menang Jumawa, Kalah Bahagia.”
Sekilas terdengar jenaka. Namun bagi para anggota, kalimat itu menjadi pengingat bahwa kemenangan tidak boleh melahirkan kesombongan, sedangkan kekalahan tidak boleh menghilangkan semangat untuk terus bermain.
Wakil Ketua PTC, Budi Hermawan, mengatakan nilai tersebut menjadi fondasi budaya klub.
“Kami ingin setiap pertandingan berakhir dengan senyum. Yang paling penting bukan hanya menang, tetapi persaudaraan. Dari situlah rasa memiliki terhadap klub tumbuh,” ujarnya.
Budaya saling mendukung itu perlahan membangun chemistry yang kuat ketika PTC dipercaya mewakili perusahaan di berbagai ajang.
Semangat tersebut akhirnya berbuah manis.
Pada Turnamen Tenis Olimpiade Pupuk Indonesia Grup 2025, PTC berhasil keluar sebagai Champion setelah mengalahkan berbagai tim dari anak perusahaan Pupuk Indonesia.
Prestasi itu tidak berhenti di sana.
Pada 2026, PTC kembali mempertahankan gelar juara dan mencatatkan diri sebagai Champion Turnamen Tenis Olimpiade Pupuk Indonesia Grup 2026.
Bagi Budi Hermawan, capaian tersebut bukan semata hasil latihan di lapangan.
“Prestasi ini lahir dari kebersamaan. Ketika semua anggota merasa memiliki klub dan saling mendukung, kemenangan datang sebagai hasil dari kerja keras bersama,” katanya.
Ke depan, PTC ingin terus menjadi rumah bagi siapa saja yang mencintai tenis, sekaligus menjaga semangat “PTC Terus Maju” agar budaya olahraga, kesehatan, dan kebersamaan terus tumbuh di lingkungan Pupuk Kaltim. (*)


















