Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan mengalokasikan bantuan senilai Rp55 miliar. Program ini mencakup perluasan jaringan listrik, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, serta pemasangan penerangan jalan umum berbasis energi surya di sejumlah desa.
Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di sela peresmian Jembatan Nibung di Kecamatan Kaubun, Selasa (24/2/2026). Penyerahan disaksikan jajaran pejabat Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kutim.
Alokasi terbesar diarahkan untuk perluasan jaringan listrik PLN dengan anggaran Rp31,2 miliar. Dana itu digunakan untuk pembangunan jaringan sepanjang 38,356 kilometer sirkuit (KMS).
Program ini menyasar delapan desa di empat kecamatan. Di antaranya Desa Cipta Graha (Kaubun), Desa Bukit Makmur, Selangkau, Kaliorang, dan Citra Manunggal Jaya (Kaliorang), Desa Sepaso Barat (Bengalon), serta Karangan Dalam dan Karangan Ilir (Karangan).
Perluasan jaringan ini ditujukan untuk menjangkau permukiman yang selama ini belum teraliri listrik secara optimal.
Selain jaringan konvensional, Pemprov Kaltim membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Alat Penyalur Daya Listrik (PLTS Apdal) dengan nilai Rp10,55 miliar.
Sebanyak 225 unit PLTS Apdal akan didistribusikan ke dua desa. Rinciannya, 100 unit untuk Desa Tanjung Mangkalihat (Sandaran) dan 125 unit untuk Desa Long Poq Baru (Muara Ancalong).
Program ini menyasar daerah yang sulit dijangkau jaringan PLN. Perangkat PLTS diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan energi terbarukan.
Pemprov juga mengalokasikan Rp13,8 miliar untuk pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS). Fasilitas ini diprioritaskan bagi desa-desa dengan tingkat pencahayaan rendah.
Sebaran PJUTS mencakup 10 desa. Konsentrasi terbanyak berada di Kecamatan Wahau, meliputi Benhes, Karya Bhakti, Long Wehea, Diaq Lay, Nehas Liah Bing, dan Dabeq.
Selain itu, bantuan diberikan ke Desa Miau Baru (Kombeng), Pengadan Baru (Kaubun), Lon Pok (Muara Ancalong), dan Mekar Baru (Busang).
Dalam kesempatan tersebut, Rudy menegaskan bahwa akses listrik merupakan fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan listrik berdampak langsung pada sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Ardiansyah menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Kaltim. Ia menilai sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci, mengingat luasnya wilayah Kutim dan tantangan infrastruktur yang masih dihadapi.
Bantuan tersebut diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan energi di Kutai Timur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. (RIL/RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















