BONTANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang terus berkembang pesat. Hingga pertengahan Agustus 2025, sudah ada tiga dapur yang siap melayani masyarakat. Dua dapur lagi dijadwalkan menyusul sebelum bulan ini berakhir.
Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, menyebutkan tahun ini Bontang ditarget memiliki 16 dapur MBG. Saat ini, sembilan dapur masih dalam tahap renovasi.
“Dapur SPPG Bontang Utara 2 di Kelurahan Api-Api ini menjadi dapur ketiga yang hadir di Bontang,” kata Surya saat peresmian dapur tersebut, Sabtu (16/8/2025).
Sebelumnya, dapur MBG sudah berjalan di Bontang Utara 1 Kelurahan Guntung dan Bontang Barat 1 Kelurahan Kanaan.
Setiap dapur MBG ditarget bisa menghasilkan 3.500 paket makanan per hari. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp15 ribu per porsi. Dana ini mencakup bahan makanan, gaji karyawan, hingga biaya sewa tempat.
Untuk dapur baru di Api-Api, produksi perdana akan dimulai Jumat (22/8/2025) dengan kapasitas awal 2.000 paket per hari. Jumlah ini akan ditingkatkan bertahap setelah karyawan lebih terbiasa dengan ritme kerja.
“Kalau sudah stabil, produksi akan ditambah sampai target maksimal,” jelas Surya.
Surya memastikan, dua dapur MBG lagi akan segera hadir di Bontang sebelum Agustus berakhir. Lokasinya di Halal Square, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Barat serta Perumahan Hop 6, Kelurahan Satimpo, Bontang Barat.
“Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah siap beroperasi,” harapnya.
Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, dapur MBG juga membuka peluang kerja. Warga sekitar dilibatkan sebagai relawan. Mereka mendapat upah harian Rp120 ribu hingga Rp150 ribu.
“Memang belum setara UMR Bontang Rp3,7 juta. Tapi ini bisa membantu mereka yang belum punya pekerjaan tetap,” ungkap Surya.
Secara nasional, program MBG ditargetkan menjangkau 82 juta penerima manfaat. Sasarannya meliputi anak sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga santri pondok pesantren.
“Dalam setahun, program ini sudah menjangkau 10 juta penerima. Akhir Agustus ditarget tembus 20 juta. Saat ini ada 5 ribu dapur berjalan, targetnya naik jadi 10 ribu dapur di seluruh Indonesia,” beber Surya.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan. Disiplin dan transparansi dalam pelaksanaan jadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
“Langkah kecil hari ini adalah harapan besar bagi anak-anak di masa depan,” pungkas Surya. (FR)















