KONDISI struktur jembatan di Balai Benih Ikan, Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, Kalimantan Timur kondisinya kian mengkhawatirkan.
Mengingat tiang penyangga sudah mulai miring. Jika dibiarkan tentu berakibat jembatan ini roboh. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Anwar Nurdin menerangkan jembatan tersebut telah berusia tua.
“Sehingga membutuhkan penggantian,” terangnya.
Apalagi struktur jembatan masih menggunakan kayu. Alhasil kendaraan bermuatan berat tidak bisa menyeberang atau terhenti sebelum jembatan. Pada akhir tahun ini, Pemkot Bontang menganggarkan untuk perencanaan jembatan.
“Nilai anggarannya 314 juta rupiah,” sebutnya.
Khusus pengerjaan fisik nantinya akan diajukan tahun depan. Tetapi pelaksanaannya menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Nantinya jembatan akan memakai pelat baja.
Namun rencana ini masih bisa berubah. Menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Panjang jembatan ialah 14 meter dengan lebar 4 meter.
“Paling tidak bisa dilalui kendaraan bermuatan 10 ton. Ini untuk memudahkan mobilisasi,” urai dia.
Bila masuk konsep jalan lingkar pesisir maka lebar jembatan bisa diperluas. Alhasil perencanaan ini diperlukan sehubungan peruntukkannya.
Diketahui di lokasi tersebut direncanakan untuk pembangunan jalan lingkar Tanjung Laut Indah-Bontang Kuala. Rencana ini sudah melalui tahapan penyusunan Amdal, studi larap, dan DED. (*)















