KUALITAS pengasuhan di tempat penitipan anak alias daycare menjadi perhatian utama orangtua di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) yang mendorong adanya standar kompetensi dan sertifikasi bagi pengasuh.
Dorongan tersebut muncul di tengah belum meratanya standar layanan daycare. Orangtua kini semakin selektif dalam memilih tempat penitipan, tidak hanya mempertimbangkan fasilitas, tetapi juga pola pengasuhan serta kompetensi tenaga pengasuh.
Nida (32), salah satu orangtua, menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan anak menjadi prioritas utama. Ia mengaku memperhatikan secara detail bagaimana pengasuh berinteraksi dengan anak-anak di daycare.
“Yang penting anak saya aman dan nyaman. Saya juga lihat bagaimana pengasuh memperlakukan anak-anak,” ujar Nida saat ditemui di Pranala.co, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, keberadaan sertifikasi seperti Taman Asuh Ramah Anak (TARA) dapat menjadi acuan penting bagi orang tua dalam menilai kualitas layanan daycare. Sertifikasi dinilai sebagai indikator bahwa lembaga telah memenuhi standar tertentu dalam pengasuhan anak.
“Kalau sudah tersertifikasi, kita sebagai orang tua pasti lebih tenang,” katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Andi (35), pekerja swasta yang setiap hari menitipkan anaknya. Ia mengaku masih merasa waswas, terutama setelah mendengar sejumlah kasus kekerasan di daycare di luar daerah.
“Daycare itu sangat membantu, apalagi buat orang tua yang bekerja seperti saya dan istri. Tapi tetap ada rasa khawatir,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah meningkatkan pengawasan sekaligus mendorong seluruh daycare memenuhi standar layanan yang berlaku. Menurutnya, pengawasan rutin dan sertifikasi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Lina (29) menilai kualitas pengasuhan lebih krusial dibandingkan fasilitas fisik. Ia menekankan pentingnya pelatihan bagi para pengasuh agar mampu menangani anak dengan pendekatan yang tepat.
“Fasilitas itu penting, tapi yang utama bagaimana anak diperlakukan. Pengasuh harus sabar dan terlatih,” ucapnya.
Orangtua di Bontang berharap upaya pemerintah dalam mendorong standarisasi daycare tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Mereka menginginkan adanya pendampingan berkelanjutan hingga seluruh lembaga memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Bagi warga, daycare bukan sekadar tempat penitipan, melainkan perpanjangan tangan orang tua dalam memastikan tumbuh kembang anak tetap terjaga saat ditinggal bekerja. Harapan utama yang mereka titipkan tetap sama: rasa aman bagi anak. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















