Pranala.co, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai ambil langkah tegas. Sebuah satuan tugas (Satgas) khusus dibentuk. Tugasnya jelas: menangani ormas yang menyimpang. Terutama yang terindikasi terlibat aksi premanisme.
Target utamanya? Ketertiban umum. Dan iklim investasi yang aman.
“Satgas ini akan melibatkan lintas instansi. Mulai dari dinas teknis, aparat intelijen, sampai kepolisian,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Balikpapan, Sutadi, Jumat (20/6).
Tim ini akan bergerak di dua lini. Pembinaan dan penindakan.
Kalau ada ormas yang menyalahi fungsi sosialnya, apalagi terindikasi pungli—akan langsung ditindak. Apalagi yang berani mengganggu ketertiban warga atau bikin takut investor.
“Yang mengaku ormas, tapi ternyata hanya berkedok untuk memalak. Ini yang kita antisipasi,” ucap Sutadi.
Meski sejauh ini belum ada data resmi soal ormas yang terbukti mengganggu keamanan, pemerintah tak mau kecolongan. Satgas tetap jalan. Lebih baik antisipasi dini, daripada baru sibuk saat masalah meledak.
“Memang belum ada data konkret. Tapi kemarin sempat ada warga gadungan yang pakai atribut ormas tertentu. Itu yang memicu kewaspadaan,” jelasnya.
Saat ini, pembentukan Satgas sudah masuk tahap akhir. Tinggal menunggu peresmian.
Sutadi juga menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan program pendataan seluruh ormas di Balikpapan. Pemerintah ingin memastikan semua ormas terdaftar resmi, legal, dan berperan sesuai tupoksi sosialnya.
“Ormas harus jadi mitra pemerintah. Bukan justru menambah masalah,” tegasnya.
Balikpapan butuh rasa aman. Bagi warga, juga investor. Dan Satgas ini, diyakini jadi salah satu cara untuk menjaganya.
[DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















