PRANALA.CO - Pemprov Kaltim (Kalimantan Timur) meminta penambahan bus kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk kelancaran pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an alias MTQ Nasional XXX tahun 2024 di Kaltim.
Hal ini disampaikan Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni, sekaligus Ketua LPTQ Kaltim saat rapat Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian (KSP) persiapan MTQ Nasional di hadapan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia melaksanakan Rapat Koordinasi Eselon 1.
Selama penyelenggaraan MTQ Nasional 2024 ada sekira 6 ribu lebih kafilah. Dengan jumlah itu, untuk satu unit bus besar masih membutuhkan kendaraan minibus dan juga masih ada ekstra kendaraan lain.
Sekdraprov Sri menambahkan, jika bus berukuran medium dianggap kurang memadai memfasilitasi kebutuhan kafilah. Apalagi, untuk penjemputan dan kedatangan di bandara, kendaraan tidak hanya mengangkut orang saja, tetapi barang-barang peserta kafilah
"Kami mohon kiranya Kemenhub bisa membantu kekurangan armada. Termasuk arahan dari Koordinator Kemenko PMK, kiranya Kementerian Perhubungan sebagaimana yang sudah dilakukan di Kalsel bisa memfasilitasi untuk kebutuhan fasilitasi kafilah dengan bus yang besar," jelas Sri dalam rilisnya.
Ditambahkan Sri, untuk mengangkut kafilah ribuan orang itu, tidak akan bisa mengandalkan 35 bus medium. Sedikitnya, dibutuhkan sejumlah 34 unit bus besar dan juga 34 unit minibus.
Selain itu, Sri Wahyuni juga memaparkan kesiapan Kaltim menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXX, yang akan digelar pada 6-16 September 2024. Pemprov Kaltim terus berbenah mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan MTQ, baik persiapan arena pembukaan dan penutupan MTQ di kawasan arena utama Stadion Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda.
Sementara, Warsito berujar, ada tiga poin permasalahan yang dibahas bersama. Soal terkait dengan kominfo, perhubungan, PUPR dan OIKN. Untuk Kementerian Perhubungan diminta bisa menambah armada bus maupun untuk penambahan penerbangan ke Kaltim.
"Untuk kesiapan bandara khususnya Bandara APT Pranoto Samarinda juga siap untuk penerbangan malam hari, termasuk kesiapan infrastruktur jalan menuju IKN semuanya sudah dipersiapkan," pintanya.
Warsito juga meminta kepada kementerian terkait yang terlibat pelaksanaan MTQ Nasional, termasuk panitia penyelenggara untuk terus melakukan koordinasi intensif. Khususnya tuan rumah, Pemprov Kaltim untuk skenario yang lebih teknis agar MTQ Nasional bisa sukses. (*)















