PRANALA.CO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang, Kalimantan Timur menyatakan rencana pembangunan jembatan di Kelurahan Guntung mengalami penundaan untuk tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU-PR Bontang, Anwar Nurdin menjelaskan penyebabnya dikarenakan belum ada kepastian terkait titik pembukaan jalan alternatif tersebut.
“Karena pembukaan jalan ini merupakan ranahnya perusahaan Pupuk Kaltim. Sesuai dengan kesepakatan kami di awal,” terangnya.
Adapun Pemkot Bontang hanya kebagian untuk pembangunan konstruksi jembatan. Penundaan ini bertujuan jangan sampai titik antara jembatan dengan jalan mengalami perbedaan.
Sebab pemkot mendapatkan informasi bahwasanya warga menginginkan adanya pergeseran mencapai 13 meter dari titik awal. Kondisi itu tidak berpengaruh. Meski perencanaan sudah memakai titik sebelumnya.
“Nantinya ada perubahan yang dilakukan konsultan,” sebutnya.
Sebagai tahapan awal untuk memudahkan pengerjaan pembangunan jalan maka akan dipasang jembatan bailey. Material ini sebelumnya terpasang di Jalan Poros Samarinda-Bontang. Tepatnya di kilometer lima ruas jalan itu.
Diketahui rencana ini akan menghubungkan Jalan Pupuk Raya dengan Tari Dewa-Dewa. Diprediksi pembangunan jembatan ini membutuhkan anggaran Rp 7 miliar. Tahapan perencanaan sudah digelar pada 2023 silam.
Fungsi proyek ini sebagai akses alternatif. Mengingat jalur menuju Guntung hanya ada satu. Apalagi beberapa titik di Guntung kerap diserang banjir.
“Fungsinya itu ada jalur evakuasi lainnya,” tandasnya. (*)















