Pranala.co, PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kini punya wajah baru dalam dunia literasi. Gedung Layanan Perpustakaan Daerah resmi dibuka, Rabu (30/7). Tak hanya itu, diluncurkan pula program literasi berbasis lokal bernama “Pa’bicara” (Pangkep Bina Minat Baca Aksara Lontarak).
Peresmian berlangsung di Kecamatan Bungoro. Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, hadir langsung memimpin jalannya acara. Turut hadir pula sejumlah tokoh penting dari DPRD, Forkopimda, Bunda Literasi, dan perwakilan Dinas Perpustakaan dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan, Barru, dan Maros.
Bupati Yusran menegaskan bahwa kehadiran gedung ini bukan hanya sebagai tempat pinjam buku. Ia menyebutnya sebagai pusat belajar, pusat kegiatan, sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan hari ini harus menjadi ruang yang modern, inklusif, dan menyenangkan. Target kita adalah meningkatkan budaya baca dan indeks literasi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk mengagendakan kunjungan rutin ke perpustakaan, ke pusat informasi pemerintahan, hingga ke lahan pertanian saat musim panen.
“Kunjungan seperti ini penting untuk melatih motorik dan memperkaya pengalaman anak-anak kita,” tambahnya.
Fasilitas Lengkap, Konsep Kekinian
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Muhiddin, menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perpustakaan tahun anggaran 2024.
Gedung baru ini akan menjadi episentrum kegiatan literasi dan kreativitas. Tak hanya menyediakan ribuan koleksi buku, fasilitasnya juga terbilang lengkap.
Mulai dari laboratorium komputer; ruang baca; perpustakaan milenial; teater mini; kafe dan resto ramah pelajar.
“Kami ingin masyarakat mengenal dunia lewat buku, dengan cara yang menyenangkan dan interaktif,” kata Muhiddin.
Tak kalah menarik, Bupati juga meresmikan program “Pa’bicara” yang menekankan pada penguatan literasi lokal berbasis aksara Lontarak. Program ini diharapkan mampu membangkitkan minat baca, sekaligus menjaga warisan budaya Bugis-Makassar.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, diserahkan pula bantuan bahan bacaan bermutu kepada sejumlah perpustakaan desa, perpustakaan masjid, dan taman baca masyarakat.
Selain itu, lima SMP di Pangkep menerima bantuan perlengkapan marching band: SMPN 1 Minasatene; SMPN 2 Labakkang; SMPN 3 Satap Balocci; SMPN 1 Liukang Tupabbiring; dan SMPN 1 Labakkang.
Puncaknya, Kabupaten Pangkep menerima bantuan buku sebanyak 55.000 eksemplar senilai Rp291,5 juta dari Perpustakaan Nasional RI. Bantuan ini diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Andi Sucianita Hatta, mengapresiasi capaian Pangkep yang menjadi kabupaten penerima bantuan literasi terbanyak se-Sulawesi Selatan.
“Bantuan ini bukan hanya buku. Ini investasi jangka panjang. Untuk membentuk masyarakat pembelajar dan memperkuat transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” tegasnya.
Perpustakaan kini tak lagi kaku dan membosankan. Di Pangkep, perpustakaan menjelma jadi ruang belajar modern, penuh warna, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan hadirnya gedung baru dan program “Pa’bicara”, langkah kecil ini menjadi awal besar untuk masa depan literasi Pangkep. (IR)















