pranala.co - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) menyatakan akibat dari banjir yang menyasar beberapa kawasan di Bontang, Senin (5/9/2022) membuat pengerjaan penurapan terganggu. Baik itu pengerjaan di wilayah Gunung Elai maupun Api-Api.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto mengatakan kontraktor terpaksa tidak bisa turun lapangan. Alhasil harus menunggu aliran sungai surut terlebih dahulu.
“Otomatis terganggu pengerjaannya kalau kondisinya air sungai meluber seperti ini,” terang Edi.
Dia melanjutkan, terkait pengerjaan penurapan di Gunung Elai progresnya baru mencapai delapan persen. Sebab kontraktor juga baru memulai pengerjaannya beberapa waktu lalu.
Setelah melewati proses lelang tender. Mengenai pengerjaan yang sudah dilakukan ialah pemancangan. Meskipun demikian konstruksi pemacangan tidak berdampak ketika debit air sungai tinggi.
“Kalau pemancangan tidak berpengaruh. Tetapi kalau sudah masuk pengecoran nah itu bisa rusak,” sebutnya.
Sementara untuk pengerjaan di Kelurahan Api-Api angka progresnya tidak terlalu jauh dengan lokasi penurapan di Gunung Elai. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Dengan melaporkan kepada kontraktor agar dilakukan percepatan pengerjaan. Sebab durasi kontrak akan berakhir pada akhir tahun.
“Solusinya jika angkanya bertambahnya sedikit ialah menambah SDM dan jam kerja,” urainya.
Diketahui untuk penurapan di Gunung Elai mendapat kucuran dari Bankeu Pemprov Kaltim. Nilai anggarannya yakni Rp 18 miliar. Pengerjaan akan menyasar area yang dulu diwacanakan tetapi gagal dalam proses tender.
Mulai dari lanjutan proyek sebelumnya yakni Jalan Brokoli ke samping Kantor PMI. Diprediksi total penurapan mencapai 300 meter. Sebelah kanan dan kiri badan sungai. Dengan ketebalan di ujung atas mencapai setengah meter.
Ke depan infrastruktur ini juga dilengkapi jalur inspeksi dengan lebar rata-rata empat meter. Menyesuaikan dengan kondisi lahan di lingkungan tersebut
Adapun penurapan di Kelurahan Api-Api dialokasikan Rp 7,5 miliar dari APBD Bontang tahun ini.
Rencananya pengerjaan Penurapan ini sepanjang 300 meter. Kanan dan kiri bahu sungai. Lokasinya dimulai dari jembatan di Jalan Imam Bonjol. Penurapan ini konsepnya jalan pemasangan batu komposit. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News















