Pranala.co, BONTANG – Gubernur Kaltim. Rudy Mas'ud sudah memediasi Pemkot Bontang dan Kutim menyelesaikan masalah tapal batas Kampung Sidrap. Namun, hasilnya masih buntu. Bahkan rencananya orang nomor satu di Kaltim itu akan mengunjungi langsung warga Sidrap untuk menyerap aspirasi warga.
Di Bontang, DPRD tak tinggal diam. Mereka menggelar rapat internal Jumat malam, 1 Agustus 2025. Hasilnya: sejumlah poin penting disiapkan untuk menyambut kedatangan Gubernur Kaltim yang akan bertandang ke Sidrap dalam waktu dekat.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Kiswanto, menegaskan persoalan Sidrap bukan sekadar urusan batas peta.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini soal kemanusiaan,” ujar Heri kepada Pranala.co, Sabtu (2/8).
Menurutnya, warga Sidrap selama ini merasa lebih dekat dengan Bontang. Akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga urusan administrasi sosial jauh lebih mudah dijangkau dari Bontang ketimbang dari Kutai Timur (Kutim).
“Harapan kami, Sidrap bisa bergabung ke Bontang. Karena ini soal kebutuhan dasar warga,” tegasnya.
Namun muncul pertanyaan, jika Sidrap resmi masuk Bontang, apakah wilayah perbatasan lain akan menyusul? Seperti Desa Sukarahmat atau daerah pinggiran lainnya?
Heri enggan berspekulasi terlalu jauh.
“Kita fokus dulu memperjuangkan Sidrap. Soal wilayah lain, itu kami serahkan ke aspirasi masyarakatnya masing-masing,” jawabnya diplomatis.
Meski begitu, keluhan serupa juga terdengar dari warga desa perbatasan lain. Mereka merasa pembangunan dari Kutim tak merata. Sementara kebutuhan sehari-hari mereka justru dipenuhi dari Bontang. Mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga pasar.
Fakta di lapangan menunjukkan, anak-anak Sidrap lebih banyak bersekolah di SMP dan SMA Bontang. Warga yang sakit lebih cepat dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang ketimbang fasilitas kesehatan Kutim. Bahkan untuk berbelanja kebutuhan pokok, pasar di Bontang jadi tujuan utama.
Tapal batas yang diperebutkan itu bukan sekadar soal koordinat GPS. Tapi soal arah masa depan hidup ribuan orang.
“Kami akan hormati keputusan hukum. Tapi kalau hasilnya belum sesuai harapan, perjuangan belum selesai,” kata Heri. (FR)














